Deretan Pemimpin Hizbullah, Hamas, dan Iran Dibunuh Israel, tapi Regenerasi dan Kaderisasi Pemimpin Terus Berlanjut
Kamis, 14 November 2024 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Amerika Serikat menuduhnya berperan dalam dua serangan bom mematikan di Lebanon yang menewaskan ratusan orang. Ahmed Wahbi – Ia diidentifikasi sebagai komandan tinggi yang mengawasi operasi militer pasukan khusus Radwan dalam perang Gaza hingga awal 2024. Ia tewas dalam serangan Israel yang menargetkan beberapa komandan tinggi, termasuk Ibrahim Aqil, di pinggiran kota Beirut pada 20 September.
Shukr adalah salah satu tokoh militer terkemuka Hizbullah sejak didirikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran lebih dari 40 tahun yang lalu. AS menjatuhkan sanksi kepada Shukr pada tahun 2015 dan menuduhnya memainkan peran utama dalam pengeboman barak marinir AS di Beirut pada tahun 1983, yang menewaskan 241 personel militer.
Sumber keamanan di Lebanon mengatakan bahwa ia adalah komandan Hizbullah untuk wilayah tengah jalur perbatasan selatan dan berpangkat sama dengan Nasser. Pembunuhannya mendorong kelompok itu untuk menembakkan rentetan roket besar-besaran melintasi perbatasan ke Israel.
Deif yang sulit ditangkap itu selamat dari tujuh upaya pembunuhan Israel. Deif, salah satu pendiri sayap militer Hamas, Brigade Qassam, diyakini sebagai salah satu dalang serangan 7 Oktober di Israel selatan menjelang perang Gaza.
Setelah otopsi jenazah Yahya Sinwar, dokter forensik menyimpulkan bahwa Sinwar tidak makan apa pun selama 72 jam terakhir sebelum tewas akibat serangan Israel.
4. Fuad Shukr
Serangan Israel di pinggiran selatan ibu kota Lebanon pada tanggal 30 Juli menewaskan komandan utama Hizbullah, Fuad Shukr, yang diidentifikasi oleh militer Israel sebagai tangan kanan Nasrallah.Shukr adalah salah satu tokoh militer terkemuka Hizbullah sejak didirikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran lebih dari 40 tahun yang lalu. AS menjatuhkan sanksi kepada Shukr pada tahun 2015 dan menuduhnya memainkan peran utama dalam pengeboman barak marinir AS di Beirut pada tahun 1983, yang menewaskan 241 personel militer.
5. Muhammed Nasser
Pemimpin senior Hizbullah tewas dalam serangan udara Israel pada tanggal 3 Juli di Tyre, Lebanon. Israel mengaku bertanggung jawab, dengan mengatakan bahwa ia memimpin unit yang bertanggung jawab atas penembakan dari Lebanon barat daya ke Israel. Nasser, yang juga dikenal sebagai Haji Abu Nimah, juga dilaporkan bertanggung jawab atas sebagian operasi Hizbullah di perbatasan dengan Israel.6. Taleb Abdallah
Komandan lapangan senior Hizbullah tewas pada tanggal 12 Juni dalam serangan yang diklaim oleh Israel, yang mengatakan telah mengenai pusat komando dan kendali di Lebanon selatan.Sumber keamanan di Lebanon mengatakan bahwa ia adalah komandan Hizbullah untuk wilayah tengah jalur perbatasan selatan dan berpangkat sama dengan Nasser. Pembunuhannya mendorong kelompok itu untuk menembakkan rentetan roket besar-besaran melintasi perbatasan ke Israel.
Hamas
1. Mohammed Deif
Militer Israel mengatakan Deif terbunuh setelah jet tempur menyerang wilayah Khan Younis di Gaza pada 13 Juli setelah penilaian intelijen.Deif yang sulit ditangkap itu selamat dari tujuh upaya pembunuhan Israel. Deif, salah satu pendiri sayap militer Hamas, Brigade Qassam, diyakini sebagai salah satu dalang serangan 7 Oktober di Israel selatan menjelang perang Gaza.
2. Ismail Haniyeh
Haniyeh dibunuh pada dini hari tanggal 31 Juli di Iran, menurut Hamas. Ia dilaporkan tewas oleh rudal yang menghantamnya langsung di wisma tamu negara tempat ia menginap di Teheran. Israel belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.3. Saleh al-Arouri
Serangan pesawat nirawak Israel di pinggiran selatan Dahiyeh di Beirut menewaskan Wakil Kepala Hamas Saleh al-Arouri pada 2 Januari 2024. Arouri juga merupakan pendiri sayap militer Hamas, Brigade Qassam.4. Yahya Sinwar
Hasil otopsi jenazah pemimpin Hamas Yahya Al-Sinwar mengungkapkan bahwa ia tidak makan apa pun dalam 72 jam terakhir sebelum mati syahid.Setelah otopsi jenazah Yahya Sinwar, dokter forensik menyimpulkan bahwa Sinwar tidak makan apa pun selama 72 jam terakhir sebelum tewas akibat serangan Israel.
Lihat Juga :