Eks Jenderal AS: Donald Trump Tahu Perang Dunia III Akan Terjadi

Selasa, 12 November 2024 - 07:18 WIB
loading...
Eks Jenderal AS: Donald...
Pensiunan jenderal bintang empat AS Jack Keane klaim presiden terpilih Donald Trump sudah tahu Perang Dunia III akan terjadi. Foto/via USA Today
A A A
WASHINGTON - Pensiunan jenderal bintang empat Amerika Serikat (AS) Jack Keane mengatakan Perang Dunia III akan terjadi di masa depan. Menurutnya, presiden terpilih Donald Trump sudah tahu tentang hal itu.

Komentar Keane muncul saat membahas dampak Pemilu AS terhadap stabilitas global.

Donald Trump memenangkan Pemilu pekan lalu pada saat dunia Barat bergulat dengan perang di Timur Tengah, invasi Rusia ke Ukraina, serta ketegangan dengan Korea Utara dan juga dengan China.

Mantan jenderal Amerika itu mengatakan bahwa meskipun kemenangan Trump akan memaksa musuh AS untuk menilai ulang, dunia sedang menuju perang global.

Baca Juga: Bos JP Morgan: Perang Dunia III Telah Dimulai!

Dia mengatakan kepada "Life, Liberty & Levin" Fox News bahwa tantangan keamanan global yang dihadapi saat ini adalah yang paling serius. "Paling berbahaya, dan paling menantang yang pernah kita alami sejak Perang Dunia II," katanya, yang dilansir Selasa (12/11/2024).

"Dan saya percaya bahwa kita berada di era pra-perang yang mengarah ke perang global—itulah status yang kita hadapi," ujarnya.

"Semua musuh ini—China, Rusia, Iran, Korea Utara, yang bekerja sama, berkolaborasi, berkoordinasi bersama dalam tingkat yang melampaui ekspektasi semua badan intelijen kita, dan mereka telah jujur tentang penilaian itu harus menilai ulang, berdasarkan Pemilu yang telah berlangsung," papar Keane.

"Karena mereka telah bertindak sangat agresif, sangat tegas, karena mereka percaya bahwa kepemimpinan kita di Amerika Serikat lemah, bahwa kita telah kehilangan kemauan politik untuk menghadapi mereka, apalagi pergi dan melawan mereka," imbuh dia.

Kemudian dalam wawancara tersebut, Keane berkata: "Pemilihan Umum ini telah menjadi peristiwa penting. Dan saya yakin Presiden Trump tahu bahwa Perang Dunia III akan terjadi di masa depan."

"Dan kita harus mengambil tindakan untuk memulihkan pencegahan dalam menghadapi musuh kita. Dan salah satunya adalah membangun kembali militer—itu harus dilakukan. Dan kita harus memperbaiki cara Pentagon menjalankan urusannya, atau kita akan membuang-buang uang pembayar pajak," papar Keane.

Keane melanjutkan dengan mengatakan: "Dan kita benar-benar harus mendukung sekutu kita yang memerangi musuh-musuh ini. Israel memerangi musuh besar—berikan mereka semua yang mereka butuhkan untuk menyelesaikannya secepat mungkin."

"Ukraina memerangi Rusia—berikan mereka semua yang mereka butuhkan dan selesaikan secepat mungkin. Ini adalah investasi dalam keamanan kita saat sekutu kita memerangi musuh kita," katanya.

Tema utama dalam pesan kampanye Trump adalah janjinya untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dan Ukraina, sering kali mengeklaim bahwa perang tidak akan pernah dimulai jika dia menjabat.

Presiden terpilih itu dilaporkan telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam panggilan telepon pasca-Pemilu, menurut The Washington Post.

Menurut laporan itu, Trump mengingatkan Putin tentang kehadiran militer Washington yang cukup besar di Eropa dan mengatakan dia akan mencari percakapan lanjutan untuk membahas "resolusi perang Ukraina."

Namun, Kremlin mengatakan laporan percakapan telepon itu sepenuhnya fiksi.

Steven Cheung, direktur komunikasi Trump, mengatakan kepada Newsweek dalam tanggapan melalui email atas permintaan komentar: "Kami tidak mengomentari panggilan pribadi antara Presiden Trump dan para pemimpin dunia lainnya."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Berita Terkini
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved