Andai Rusia Tak Punya Senjata Nuklir, NATO Akan Kerahkan Tentara Bantu Ukraina
Senin, 11 November 2024 - 09:41 WIB
loading...
A
A
A
Putin mengatakan pada bulan Maret tahun ini bahwa Rusia diperlengkapi secara militer dan siap untuk perang nuklir.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan pada September 2022 bahwa gagasan perang nuklir "dulu tidak terpikirkan", tetapi sekarang menjadi subjek perdebatan.
"Hal ini sendiri sama sekali tidak dapat diterima," kata Guterres.
Di NATO, AS, Inggris Raya, dan Prancis memiliki senjata nuklir, tetapi beberapa pangkalan Eropa lainnya juga menampung senjata nuklir taktis AS.
Pasukan NATO yang dikerahkan untuk berperang atas nama Ukraina sebagian besar tidak dipertimbangkan, meskipun serdadu asing telah bergabung dengan militer Ukraina sebagai sukarelawan.
Pada bulan Februari, Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak untuk mengesampingkan pengiriman tentara Barat ke Ukraina. Pernyataan tersebut dengan cepat diremehkan oleh negara-negara NATO lainnya, dan sekretaris jenderal aliansi saat itu, Jens Stoltenberg, mengatakan tidak mempertimbangkan untuk mengirim pasukan ke medan perang.
Presiden AS Joe Biden secara konsisten mengatakan tidak akan ada pasukan AS yang dikerahkan ke Ukraina.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan pada September 2022 bahwa gagasan perang nuklir "dulu tidak terpikirkan", tetapi sekarang menjadi subjek perdebatan.
"Hal ini sendiri sama sekali tidak dapat diterima," kata Guterres.
Di NATO, AS, Inggris Raya, dan Prancis memiliki senjata nuklir, tetapi beberapa pangkalan Eropa lainnya juga menampung senjata nuklir taktis AS.
Pasukan NATO yang dikerahkan untuk berperang atas nama Ukraina sebagian besar tidak dipertimbangkan, meskipun serdadu asing telah bergabung dengan militer Ukraina sebagai sukarelawan.
Pada bulan Februari, Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak untuk mengesampingkan pengiriman tentara Barat ke Ukraina. Pernyataan tersebut dengan cepat diremehkan oleh negara-negara NATO lainnya, dan sekretaris jenderal aliansi saat itu, Jens Stoltenberg, mengatakan tidak mempertimbangkan untuk mengirim pasukan ke medan perang.
Presiden AS Joe Biden secara konsisten mengatakan tidak akan ada pasukan AS yang dikerahkan ke Ukraina.
Lihat Juga :