Pertama Kali sejak Invasi Rusia, Mengapa Biden Izinkan Kontraktor Militer AS Bantu Ukraina?

Sabtu, 09 November 2024 - 14:38 WIB
loading...
Pertama Kali sejak Invasi...
Kontraktor militer AS diterjunkan langsung ke Ukraina. Foto/X/@USArmy
A A A
MOSKOW - Di akhir masa jabatannya, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mencabut larangan de facto bagi kontraktor militer Amerika yang dikerahkan ke Ukraina.

Kontraktor militer dikerahkan ke Ukraina untuk membantu militer negara itu memelihara dan memperbaiki sistem persenjataan yang disediakan AS, khususnya pesawat tempur F16 jet tempur dan sistem pertahanan udara Patriot.

Kebijakan baru tersebut, yang disetujui awal bulan ini sebelum pemilihan umum, akan memungkinkan Pentagon untuk memberikan kontrak kepada perusahaan-perusahaan Amerika untuk bekerja di dalam Ukraina untuk pertama kalinya sejak Rusia menginvasi pada tahun 2022.

Para pejabat mengatakan mereka berharap kebijakan tersebut akan mempercepat pemeliharaan dan perbaikan sistem persenjataan yang digunakan oleh militer Ukraina.

Tidak jelas apakah Donald Trump akan mempertahankan kebijakan tersebut saat ia menjabat pada bulan Januari. Trump mengatakan ia berharap untuk mengakhiri perang antara Ukraina dan Rusia "dalam waktu 24 jam" setelah kembali berkuasa.

"Untuk membantu Ukraina memperbaiki dan memelihara peralatan militer yang disediakan oleh AS dan sekutunya, DoD (Departemen Pertahanan) meminta tawaran untuk sejumlah kecil kontraktor yang akan membantu Ukraina mempertahankan bantuan yang telah kami berikan," kata seorang pejabat pertahanan, dilansir CNN.

"Kontraktor-kontraktor ini akan ditempatkan jauh dari garis depan dan mereka tidak akan memerangi pasukan Rusia. Mereka akan membantu Angkatan Bersenjata Ukraina memperbaiki dan memelihara peralatan yang disediakan AS dengan cepat sesuai kebutuhan sehingga dapat segera dikembalikan ke garis depan.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved