Dokter Yunani Ungkap Rahasia Vaksin Covid-19 Buatan Rusia
Minggu, 30 Agustus 2020 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
"Ilmuwan Rusia telah menggunakan teknologi yang mereka rancang selama dua fase pertama pengembangan vaksin melawan virus yang sudah dipelajari ini. Ini menjelaskan hasil yang begitu cepat," jelasnya. Menurutnya, rahasia vaksin Rusia ada pada adenovirus.
(Baca juga : Ayah Tyson Fury Siap Mati Tarung vs MikeTyson )
"Adenovirus adalah virus yang menyebabkan apa yang disebut flu biasa. Bayangkan, virus ini memiliki bagian tak bernyawa dari Covid-19 yang menempel padanya. Dengan cara ini tubuh dapat memperoleh antibodi. Teknologi ini mirip dengan yang digunakan oleh Barat, tetapi ilmuwan Rusia telah menggunakan dua adenovirus manusia berbeda yang menyebabkan flu biasa," ungkapnya.
Dia mengatakan, bahwa para peneliti Moskow menggunakan dua adenovirus dari 'daerah' yang berbeda untuk menemukan satu yang tidak dikenal tubuh untuk menghasilkan respon kekebalan. Inilah, menurut Arkumanis, perbedaan antara vaksin Rusia dan vaksin yang dikembangkan di Inggris dan China.
"Orang China menggunakan adenovirus manusia sebagai 'pembawa', sementara orang Inggris menggunakan adenovirus simpanse. Keamanan dari memasukkan adenovirus simpanse ke dalam manusia masih harus dibuktikan. Yunani berharap vaksin ini aman karena ingin membelinya. Tapi, masih harus dibuktikan," ujarnya.
(Baca juga : Ayah Tyson Fury Siap Mati Tarung vs MikeTyson )
"Adenovirus adalah virus yang menyebabkan apa yang disebut flu biasa. Bayangkan, virus ini memiliki bagian tak bernyawa dari Covid-19 yang menempel padanya. Dengan cara ini tubuh dapat memperoleh antibodi. Teknologi ini mirip dengan yang digunakan oleh Barat, tetapi ilmuwan Rusia telah menggunakan dua adenovirus manusia berbeda yang menyebabkan flu biasa," ungkapnya.
Dia mengatakan, bahwa para peneliti Moskow menggunakan dua adenovirus dari 'daerah' yang berbeda untuk menemukan satu yang tidak dikenal tubuh untuk menghasilkan respon kekebalan. Inilah, menurut Arkumanis, perbedaan antara vaksin Rusia dan vaksin yang dikembangkan di Inggris dan China.
"Orang China menggunakan adenovirus manusia sebagai 'pembawa', sementara orang Inggris menggunakan adenovirus simpanse. Keamanan dari memasukkan adenovirus simpanse ke dalam manusia masih harus dibuktikan. Yunani berharap vaksin ini aman karena ingin membelinya. Tapi, masih harus dibuktikan," ujarnya.
Lihat Juga :