Dokumen Rahasia Perang Bocor, Israel Tangkap Pejabat di Kantor PM Netanyahu
Sabtu, 02 November 2024 - 18:33 WIB
loading...
Beberapa pejabat Israel ditangkap karena membocorkan rahasia perang. Foto/X
A
A
A
GAZA - Media Israel melaporkan bahwa Shin Bet menangkap beberapa tersangka di kantor Perdana Menteri rezim Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan membocorkan informasi rahasia terkait perang genosida di Gaza.
Sejumlah tersangka ditangkap pada hari Jumat terkait kebocoran dokumen rahasia dari kantor Perdana Menteri (PMO), Pengadilan Magistrat Rishon Lezion mengumumkan dalam sebuah pernyataan.
Hakim Menachem Mizrahi mengatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan bersama oleh Shin Bet, polisi Israel, dan pasukan Israel.
Ia menambahkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan "atas dugaan mempertaruhkan informasi sensitif dan membahayakan pencapaian tujuan perang di Gaza."
Baca Juga: AS Siagakan Pesawat Pengebom di Timur Tengah, Ada Apa Gerangan?
Laporan dari Ynet menyatakan bahwa salah satu yang ditangkap adalah juru bicara yang bekerja dengan PMO.
Israel melancarkan serangan genosida di Gaza pada 7 Oktober 2023, setelah kelompok perlawanan yang dipimpin Hamas melakukan operasi kejutan terhadap entitas perampas itu sebagai balasan atas kekejamannya yang meningkat terhadap rakyat Palestina.
Sejumlah tersangka ditangkap pada hari Jumat terkait kebocoran dokumen rahasia dari kantor Perdana Menteri (PMO), Pengadilan Magistrat Rishon Lezion mengumumkan dalam sebuah pernyataan.
Hakim Menachem Mizrahi mengatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan bersama oleh Shin Bet, polisi Israel, dan pasukan Israel.
Ia menambahkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan "atas dugaan mempertaruhkan informasi sensitif dan membahayakan pencapaian tujuan perang di Gaza."
Baca Juga: AS Siagakan Pesawat Pengebom di Timur Tengah, Ada Apa Gerangan?
Laporan dari Ynet menyatakan bahwa salah satu yang ditangkap adalah juru bicara yang bekerja dengan PMO.
Israel melancarkan serangan genosida di Gaza pada 7 Oktober 2023, setelah kelompok perlawanan yang dipimpin Hamas melakukan operasi kejutan terhadap entitas perampas itu sebagai balasan atas kekejamannya yang meningkat terhadap rakyat Palestina.
Lihat Juga :