Kenapa Raja Abdullah Yordania Perintahkan Tentaranya untuk Lindungi Israel?

Kamis, 10 Oktober 2024 - 13:47 WIB
loading...
Kenapa Raja Abdullah...
Raja Abdullah dari Yordania memerintahkan tentaranya untuk melindungi Israel. Foto/X/@yashar
A A A
AMMAN - Raja Yordania Abdullah memerintahkan tentaranya untuk melindungi Israel saat diserangan rudal-rudal Iran. Perlindungan itu dilakukan sebanyak dua kali saat Teheran juga melancarkan serangan mematika.

Keputusan berisiko tinggi Yordania untuk mendukung Israel dalam menangkis ratusan rudal yang ditembakkan Iran ke Negara Yahudi tersebut tampak tidak konsisten dengan kritik vokalnya terhadap invasi Israel ke Gaza. Dukungan jangka panjang Amman terhadap Palestina dapat mendorongnya untuk tetap bersikap pasif dalam menghadapi serangan Iran, seperti yang dilakukan sebagian besar negara Arab.

Memang, dengan 20 hingga 50 persen penduduk Yordania berasal dari Palestina, termasuk Ratu Rania — yang merupakan penentang keras serangan Israel ke Gaza — kehati-hatian akan menentukan bahwa Yordania tidak akan memainkan peran dalam pertahanan terhadap serangan udara Iran.

Namun tidak seperti kebanyakan negara Arab lainnya, Yordania bertindak dengan cara yang sebaliknya. Angkatan Udara Yordania dilaporkan mencegat dan menembak jatuh "puluhan" pesawat nirawak atau rudal yang melintasi wilayah udaranya dan menuju sasaran di Israel pada serangan April dan Oktober.

Kenapa Raja Abdullah Yordania Perintahkan Tentaranya untuk Lindungi Israel?

1. Sekutu Utama AS

Yordania memang merupakan sekutu utama AS di luar NATO, yang langsung menyelamatkan Israel. Namun, menjadi sekutu tidak serta merta berarti mendukung upaya militer Amerika. Demikian pula, meskipun Yordania dan AS menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan pada awal tahun 2021, perjanjian tersebut terbatas pada "akses tanpa hambatan" ke fasilitas Yordania bagi personel dan kontraktor militer Amerika untuk berbagai kegiatan seperti pelatihan, manuver latihan, dan transit.

"Yordania tidak berkewajiban untuk melakukan operasi militer apa pun atas nama AS. Demikian pula, meskipun kerja sama militer Yordania dengan Israel sudah ada sejak perjanjian damai tahun 1994, tidak ada pengaturan bagi kedua negara untuk saling mendukung secara militer," kata Dov S. Zakheim, peneliti geopolitik dari Foreign Policy Research Institute, dilansir The Hill.

Baca Juga: Presiden Biden dan PM Netanyahu Bahas Rencana Serangan ke Iran

2. Melindungi Kedaulatan Wilayah Yordania

Ada alasan lain yang memengaruhi keputusan Yordania untuk bergabung dengan Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis dalam menargetkan dan menembak jatuh pesawat nirawak dan rudal Iran. Beberapa pesawat nirawak, atau rudal balistik dan jelajah, bisa saja jatuh di wilayah Yordania, bukan di Israel.

"Amman berpendapat bahwa Yordania tidak begitu mendukung pertahanan Israel, melainkan melindungi wilayahnya sendiri dari kendaraan udara Iran yang salah tembak," ungkap Zakheim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
Konflik AS-Iran Meluas,...
Konflik AS-Iran Meluas, Kuwait Jadi Sasaran Serangan Rudal dan Drone
Gunung Sampah Longsor...
Gunung Sampah Longsor Timpa Puluhan Pekerja TPA, 9 Orang Tewas
Rekomendasi
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved