Israel Akui 726 Tentaranya Tewas dan 4.576 Luka dalam Perang Melawan Hamas di Gaza
Selasa, 08 Oktober 2024 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Sebanyak 4.576 tentara Israel telah terluka sejak awal perang, 2.300 di antaranya selama operasi darat di Gaza, imbuh pernyataan IDF.
Pernyataan IDF tidak menyebutkan berapa banyak tentara Israel yang tewas di Lebanon.
Hizbullah mengeklaim bahwa para milisinya telah menewaskan lebih dari 25 personel Israel sejak IDF menginvasi Lebanon selatan pada hari Selasa, dan mengeklaim bahwa pemerintah Israel meremehkan kerugiannya.
Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.100 orang dan membawa sekitar 250 sandera kembali ke Gaza.
Israel menanggapi dengan menyatakan perang terhadap kelompok perlawanan Palestina tersebut dan meluncurkan kampanye pengeboman yang intens di Gaza.
Operasi darat dilakukan tiga minggu kemudian, dan setelah satu tahun pertempuran, hampir 42.000 warga Palestina tewas, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Jumlah korban yang dilaporkan kementerian tersebut dianggap akurat oleh PBB, tetapi tidak membedakan antara warga sipil dan militan.
Pernyataan IDF tidak menyebutkan berapa banyak tentara Israel yang tewas di Lebanon.
Hizbullah mengeklaim bahwa para milisinya telah menewaskan lebih dari 25 personel Israel sejak IDF menginvasi Lebanon selatan pada hari Selasa, dan mengeklaim bahwa pemerintah Israel meremehkan kerugiannya.
Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.100 orang dan membawa sekitar 250 sandera kembali ke Gaza.
Israel menanggapi dengan menyatakan perang terhadap kelompok perlawanan Palestina tersebut dan meluncurkan kampanye pengeboman yang intens di Gaza.
Operasi darat dilakukan tiga minggu kemudian, dan setelah satu tahun pertempuran, hampir 42.000 warga Palestina tewas, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Jumlah korban yang dilaporkan kementerian tersebut dianggap akurat oleh PBB, tetapi tidak membedakan antara warga sipil dan militan.
Lihat Juga :