Hizbullah: Operasi Badai Al Aqsa Berdampak Strategis dan Jadi Sejarah Penting
Senin, 07 Oktober 2024 - 21:06 WIB
loading...
Hizbullah sebut operasi badai al aqsa berdampak strategis dan jadi sejarah penting. Foto/Press TV
A
A
A
GAZA - Hizbullah memuji Operasi Badai Al-Aqsa yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina yang berbasis di Gaza terhadap rezim Zionis, dan menggambarkannya sebagai momen heroik dengan "implikasi strategis dan bersejarah" bagi kawasan Asia Barat.
Dalam pernyataan yang menandai ulang tahun pertama operasi berskala besar dan bercabang tersebut, gerakan perlawanan Lebanon menekankan bahwa serangan mendadak tersebut akan menghasilkan hasil strategis pada situasi keseluruhan di kawasan tersebut dan akan membantu Palestina mendapatkan kembali hak sah mereka untuk menjalankan kedaulatan atas wilayah yang diduduki antara Laut Mediterania dan Sungai Yordan.
Hizbullah menyerukan perlawanan berkelanjutan terhadap agresi dan ketidakadilan selama puluhan tahun sejak pembentukan Israel pada tahun 1948, dengan mengatakan, "Rakyat Palestina memiliki hak penuh untuk melawan rezim perampas kekuasaan dengan segala cara untuk memulihkan hak-hak sah mereka dan menghilangkan pendudukan."
Kelompok Lebanon tersebut selanjutnya mencatat bahwa Israel, meskipun terus mengalami kebrutalan dan kebiadaban, khususnya di Gaza, tempat puluhan ribu warga Palestina telah terbunuh dan terjadi kerusakan besar-besaran, telah terbukti rapuh dan tidak dapat bertahan hidup tanpa dukungan AS.
Baca Juga: Mayoritas Warga Israel Yakin Zionis Sudah Kalah dalam Perang Melawan Hamas
Dalam pernyataan yang menandai ulang tahun pertama operasi berskala besar dan bercabang tersebut, gerakan perlawanan Lebanon menekankan bahwa serangan mendadak tersebut akan menghasilkan hasil strategis pada situasi keseluruhan di kawasan tersebut dan akan membantu Palestina mendapatkan kembali hak sah mereka untuk menjalankan kedaulatan atas wilayah yang diduduki antara Laut Mediterania dan Sungai Yordan.
Hizbullah menyerukan perlawanan berkelanjutan terhadap agresi dan ketidakadilan selama puluhan tahun sejak pembentukan Israel pada tahun 1948, dengan mengatakan, "Rakyat Palestina memiliki hak penuh untuk melawan rezim perampas kekuasaan dengan segala cara untuk memulihkan hak-hak sah mereka dan menghilangkan pendudukan."
Kelompok Lebanon tersebut selanjutnya mencatat bahwa Israel, meskipun terus mengalami kebrutalan dan kebiadaban, khususnya di Gaza, tempat puluhan ribu warga Palestina telah terbunuh dan terjadi kerusakan besar-besaran, telah terbukti rapuh dan tidak dapat bertahan hidup tanpa dukungan AS.
Baca Juga: Mayoritas Warga Israel Yakin Zionis Sudah Kalah dalam Perang Melawan Hamas
Lihat Juga :