alexametrics

Rusia: Kepercayaan Syarat Dicapainya Denuklirsasi Semenanjung Korea

loading...
Rusia: Kepercayaan Syarat Dicapainya Denuklirsasi Semenanjung Korea
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya menuturkan, jalan menuju denuklirisasi Korea Utara terletak melalui langkah membangun kepercayaan, bukan sanksi. Foto/Tass
A+ A-
NEW YORK - Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya menuturkan, jalan menuju denuklirisasi Korea Utara terletak melalui langkah-langkah membangun kepercayaan, bukan melalui sanksi. Hal itu disampaikan Nebenzya dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB.

"Sanksi tidak akan menggantikan diplomasi. Tidak mungkin mencapai kesepakatan tanpa menawarkan imbalan," kata Nebenzya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Kamis (12/12/2019).

"Kami telah berulang kali mengatakan bahwa jalan menuju denuklirisasi tidak hanya di Korea Utara (Korut), tetapi di seluruh Semenanjung Korea, harus dimulai dari langkah-langkah membangun kepercayaan," sambungnya.



Dia lalu menegaskan bahwa keberadaan program rudal nuklir Korut tidak dapat diterima. "Namun, dapatkah kita benar-benar berharap untuk kemajuan jika Pyongyang didesak untuk menerima tanpa syarat semua kondisi yang disarankan di bawah janji tunjangan masa depan?" tanya Nebenzya.

Sebelumnya, Duta Besar Korut untuk PBB, Kim Song, mengatakan bahwa tidak ada lagi negosiasi denuklirisasi dengan AS dan pembicaraan panjang dengan Washington sudah tidak diperlukan.

Dalam sebuah pernyataan, Song mengatakan bahwa dialog berkelanjutan dan substansial yang diusahakan oleh AS adalah trik menghemat waktu agar sesuai dengan agenda politik domestiknya. Ia merujuk pada upaya terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden dalam pemilu 2020 mendatang.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump mengatakan, pemimpin Korut, Kim Jong-un berisiko kehilangan "segalanya" jika ia melanjutkan kembali permusuhan. Dia lalu mendesak Korut harus kembali melanjutkan pembicaraan denuklirisasi dengan AS.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak