Presiden Kolombia: Saya Bukan Anti-Semit, Israel Mengulang Holocaust Hitler di Gaza
Selasa, 24 September 2024 - 09:56 WIB
loading...
A
A
A
“Retorika Presiden Gustavo Petro yang terus berlanjut menormalkan anti-Semitisme. Kita tidak dapat menerimanya. Kita tidak dapat menoleransinya. Kita harus mengutuk narasi yang berbahaya ini,” tulis Lipstadt dalam sebuah pesan yang dipublikasikan oleh akun media sosial Kedutaan Besar AS di Bogota.
Presiden Petro dengan cepat merespons kritik Lipstadt dengan menunjukkan bahwa "holocaust baru" memang sedang terjadi di Gaza.
“Ibu Duta Besar, orang Palestina adalah orang Semit. Membunuh anak-anak dengan menjatuhkan bom di Gaza dan tidak menentangnya adalah tindakan anti-Semit," tegas Petro.
"Hal yang paling anti-Semit saat ini adalah mengulang holocaust Hitler terhadap kemanusiaan dan khususnya terhadap orang-orang Palestina,” katanya lagi, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (24/9/2024).
Dia membantah keras tuduhan diplomat AS tentang anti-Semitisme.
“Saya bukan anti-Semit. Jangan bingung dan hormati. Saya bukan anti-Yahudi. Saya percaya pada kebebasan beragama, dan jika saya lahir di era itu, saya akan menyerahkan hidup saya dalam perlawanan bersenjata melawan Nazi,” katanya.
“Namun saya percaya pada kebebasan yang dihasilkan oleh hukum internasional, kebebasan yang dibangun setelah Hitler dikalahkan oleh Amerika dan Soviet dan oleh semua orang di dunia: kemanusiaan,” pungkas pemimpin Kolombia itu.
Presiden Petro dengan cepat merespons kritik Lipstadt dengan menunjukkan bahwa "holocaust baru" memang sedang terjadi di Gaza.
“Ibu Duta Besar, orang Palestina adalah orang Semit. Membunuh anak-anak dengan menjatuhkan bom di Gaza dan tidak menentangnya adalah tindakan anti-Semit," tegas Petro.
"Hal yang paling anti-Semit saat ini adalah mengulang holocaust Hitler terhadap kemanusiaan dan khususnya terhadap orang-orang Palestina,” katanya lagi, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (24/9/2024).
Dia membantah keras tuduhan diplomat AS tentang anti-Semitisme.
“Saya bukan anti-Semit. Jangan bingung dan hormati. Saya bukan anti-Yahudi. Saya percaya pada kebebasan beragama, dan jika saya lahir di era itu, saya akan menyerahkan hidup saya dalam perlawanan bersenjata melawan Nazi,” katanya.
“Namun saya percaya pada kebebasan yang dihasilkan oleh hukum internasional, kebebasan yang dibangun setelah Hitler dikalahkan oleh Amerika dan Soviet dan oleh semua orang di dunia: kemanusiaan,” pungkas pemimpin Kolombia itu.
Lihat Juga :