AS Ingin Cegah Israel dan Hizbullah Perang Habis-habisan

Senin, 23 September 2024 - 08:11 WIB
loading...
A A A
Serangan baru tersebut terjadi saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk memulihkan keamanan dan membawa warganya kembali dengan selamat ke rumah mereka di dekat perbatasan Lebanon di utara Israel.

Ketika ditanya oleh Stephanopoulos apakah eskalasi di wilayah tersebut tidak dapat dihindari, Kirby mengatakan Gedung Putih yakin "solusi diplomatik" masih mungkin dilakukan.

"Kami yakin bahwa ada cara yang lebih baik untuk mencoba mengembalikan warga Israel ke rumah mereka di utara, dan menjaga mereka yang ada di sana, di sana dengan aman, daripada perang, daripada eskalasi, lalu [daripada] membuka front kedua di sana di perbatasan dengan Lebanon untuk melawan Hizbullah," kata Kirby.

Namun Stephanopoulos menepis, dengan menyatakan bahwa tampaknya Netanyahu tidak mendengarkan permintaan Amerika Serikat yang konsisten untuk de-eskalasi.

"Lihat, perdana menteri dapat berbicara untuk dirinya sendiri dan apa—dan apa—kebijakan apa yang ingin dia kejar, operasi apa yang ingin dia lakukan. Tentu saja, kita akan mengakui bahwa ketegangan sekarang jauh lebih tinggi daripada beberapa hari yang lalu....Namun, George, semua itu hanya menggarisbawahi bagi kita betapa pentingnya untuk mencoba menemukan solusi diplomatik," kata Kirby.

Hizbullah menyebut serangan hari Minggu sebagai "respons awal" terhadap rentetan serangan Israel awal pekan lalu.

Di Lebanon dan Suriah, ribuan orang terluka pada hari Selasa akibat meledaknya ribuan pager yang digunakan oleh anggota Hizbullah sebagai bagian dari operasi Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved