Timur Tengah Akan Hadapi Perang Besar, Berikut 5 Faktanya

Sabtu, 21 September 2024 - 07:50 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, Hizbullah mengatakan pihaknya melancarkan sedikitnya 17 serangan terhadap lokasi militer di Israel utara. Israel telah mengisyaratkan kesiapannya untuk berperang dengan Hizbullah. Peringatan menteri pertahanan Israel pada hari Rabu bahwa "era baru" perang sedang dimulai diikuti oleh militer yang mengonfirmasi bahwa komandan tertingginya telah "menyelesaikan persetujuan atas rencana untuk serangan udara utara" di sepanjang perbatasan Lebanon.

Pemusatan kembali wilayah utara dilakukan setelah Israel menjadikannya tujuan perang baru untuk mengembalikan penduduk yang mengungsi ke rumah mereka di dekat perbatasan utara setelah dievakuasi karena serangan Hizbullah.

3. Hizbullah Akan Menyerang Israel

Timur Tengah Akan Hadapi Perang Besar, Berikut 5 Faktanya

Foto/AP

Bagaimana Hizbullah dapat menanggapi? Pemimpin Hizbullah Nasrallah mengisyaratkan pembalasan atas serangan kembar tersebut, tetapi tidak jelas kapasitas apa yang mungkin dimiliki kelompok tersebut untuk melancarkan serangan balik jika banyak anggotanya terluka, dan metode komunikasi utama tidak lagi dapat diandalkan.

Meskipun Hizbullah tampak melemah, kelompok ini masih diyakini sebagai kelompok non-negara yang paling bersenjata lengkap di dunia dengan persenjataan yang semakin canggih yang berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan terhadap Israel.

Namun, ada tanda-tanda bahwa kelompok yang sudah tertutup itu mungkin telah terdorong lebih dalam ke bawah tanah. Pertemuan publik yang biasa – yang biasanya terdiri dari pejabat tinggi partai dan pendukung – untuk menyaksikan pidato Nasrallah tidak diadakan pada hari Kamis.

Dan pidato Nasrallah – yang pertama sejak dua gelombang serangan – mungkin direkam sebelumnya.

Namun kepala Hizbullah – yang mengatakan bahwa kepemimpinan kelompok tersebut sebagian besar terhindar dari serangan karena mereka menggunakan perangkat yang lebih tua – memiliki pendukung yang kuat di Iran.

Hizbullah yang berbasis di Lebanon merupakan bagian dari poros yang dipimpin Teheran yang mencakup Yaman, Suriah, Gaza, dan Irak yang telah terlibat dalam konflik yang membara dengan Israel dan sekutunya selama 11 bulan terakhir.

Komandan Korps Garda Revolusi Iran Hossein Salami dilaporkan mengatakan kepada Nasrallah bahwa Israel "akan segera" menghadapi "respons yang tegas dan menghancurkan dari poros perlawanan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Turki Catat 62 Tendangan...
Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved