Jepang Usul Pembentukan NATO Asia, Ini Respons AS

Kamis, 19 September 2024 - 08:55 WIB
loading...
Jepang Usul Pembentukan...
Kapal induk USS Ronald Reagan saat beroperasi di Semenanjung Korea. Jepang usul pembentukan NATO versi Asia, namun ditolak AS. Foto/Sky News
A A A
WASHINGTON - Jepang telah mengusulkan pembentukan aliansi militer bergaya NATO di Asia. Namun, Amerika Serikat (AS) menyatakan gagasan seperti itu masih terlalu dini.

Usul dari Jepang disampaikan Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba, kandidat utama untuk menggantikan Perdana Menteri Fumio Kishida.

Ishiba menyerukan pembentukan "NATO versi Asia” dengan menyatukan berbagai pengaturan keamanannya di kawasan tersebut menjadi pakta pertahanan formal.

“Setidaknya kita harus memperdalam diskusi kita tentang topik ini,” katanya.

Baca Juga: Putin: Izinkan Ukraina Gunakan Rudal Jarak Jauh Berarti NATO Perang Melawan Rusia!

Namun, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Asia Timur dan Pasifik Daniel Kritenbrink menolak halus usulan Ishiba saat berbicara di sebuah konferensi di Washington DC.

“Masih terlalu dini untuk berbicara tentang keamanan kolektif dalam konteks itu, dan [pembentukan] lembaga yang lebih formal,” kata Kritenbrink, seperti dikutip dari surat kabar Nikkei, Kamis (19/9/2024).

“Yang menjadi fokus kami adalah berinvestasi dalam arsitektur formal yang ada di kawasan itu dan terus membangun jaringan hubungan formal dan informal ini. Dan kemudian kita akan melihat ke mana arahnya," paparnya.

"NATO Asia bukanlah yang kami cari di kawasan itu,” kata seorang pejabat AS lainnya yang tidak disebutkan namanya kepada Nikkei.

Sementara pejabat itu mengatakan bahwa AS ingin menghindari pembentukan “aliansi bergaya blok militer” di kawasan Asia-Pasifik, Washington telah menghabiskan waktu puluhan tahun membangun jaringan kemitraan dan perjanjian multilateral di kawasan yang oleh para pesaingnya—khususnya China—dianggap sebagai langkah menuju pembentukan “NATO Asia” secara de facto.

Pakta AUKUS antara Australia, Inggris, dan AS, serta Dialog Keamanan Quadrilateral antara Australia, India, Jepang, dan AS, keduanya dikecam oleh Tiongkok sebagai upaya Washington untuk "memprovokasi konfrontasi" di kawasan tersebut.

Peningkatan kerja sama NATO dengan Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru juga telah dikecam oleh Beijing, di mana juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyerukan kepada para pemimpin blok tersebut pada bulan Juli untuk "berhenti menciptakan ketegangan, menyebarkan mentalitas Perang Dingin, dan memprovokasi konfrontasi blok di Asia-Pasifik."

Rusia, China, dan Korea Utara semuanya mengkritik perjanjian pertahanan yang dipertahankan AS dengan Korea Selatan dan Jepang.

Latihan gabungan antara militer AS, Korea Selatan, dan Jepang telah meningkat dalam skala dan frekuensi. "Dan memiliki nada anti-Rusia dan anti-China," kata Georgy Zinoviev, kepala Departemen Asia Pertama Kementerian Luar Negeri Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
Maraton Microdrama Makin...
Maraton Microdrama Makin Seru di V+Short, Simak Rekomendasinya!
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved