4 Alasan Iron Dome Israel Diganti Iron Beam, Salah Satunya Efektifkan Menghancurkan Drone
Senin, 16 September 2024 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Pertahanan Israel mengatakan kepada Newsweek bahwa pemerintah, bersama dengan industri Israel, melakukan "upaya terbaik untuk mempercepat solusi yang relevan terhadap konflik saat ini, yang disesuaikan dengan tuntutan pertempuran dan kondisi medan perang."
"Sistem Iron Beam sedang dikembangkan dalam jangka waktu yang cepat yang bergantung pada fase pengujian dan pengembangan, dengan upaya maksimal untuk memajukannya secepat dan seefektif mungkin guna memberikan solusi operasional bagi pasukan di lapangan," kata seorang juru bicara.
Iron Beam menggunakan teknologi laser untuk menghancurkan target di udara, seperti pesawat tanpa awak. Menurut Rafael, kontraktor utama sistem tersebut, sistem ini dapat mencegat ancaman dari jarak beberapa mil.
Baca Juga: Prediksi Biaya Perang Israel pada 2025, Bakal Meroket hingga Rp1.030 Triliun
Sistem ini memiliki jangkauan yang berbeda, yang dimaksudkan untuk menangkal berbagai ancaman mulai dari roket jarak pendek yang ditembakkan Hamas hingga rudal balistik jarak jauh Iran.
"Secara umum, sistem pertahanan udara berlapis-lapis milik Israel merupakan aset nasional yang signifikan dan memainkan peran krusial dalam menghadapi ancaman apa pun, termasuk ancaman di wilayah utara," kata juru bicara Kementerian Pertahanan.
Seorang juru bicara Rafael mengatakan kepada Newsweek bahwa lebih dari 2.000 karyawannya dipanggil untuk tugas cadangan darurat setelah serangan Hamas pada 7 Oktober, dengan ratusan personel dievakuasi dari rumah mereka.
"Dalam tugasnya untuk menyediakan kemampuan pertahanan yang dibutuhkan IDF guna menegakkan misinya, Rafael telah mempercepat produksi dan pembuatan aset-aset penting," kata juru bicara tersebut.
"Sistem seperti Iron Beam yang sedang dikembangkan akan dikerahkan jika dapat memenuhi kebutuhan operasional seefektif mungkin," mereka menambahkan. Sistem ini akan bekerja bersama rudal pencegat kinetik Tamir yang digunakan oleh Iron Dome untuk menyediakan "kemampuan pencegatan berbasis energi" tambahan.
"Sistem Iron Beam sedang dikembangkan dalam jangka waktu yang cepat yang bergantung pada fase pengujian dan pengembangan, dengan upaya maksimal untuk memajukannya secepat dan seefektif mungkin guna memberikan solusi operasional bagi pasukan di lapangan," kata seorang juru bicara.
Iron Beam menggunakan teknologi laser untuk menghancurkan target di udara, seperti pesawat tanpa awak. Menurut Rafael, kontraktor utama sistem tersebut, sistem ini dapat mencegat ancaman dari jarak beberapa mil.
Baca Juga: Prediksi Biaya Perang Israel pada 2025, Bakal Meroket hingga Rp1.030 Triliun
3. Jadi Bagian Sistem Pertahanan Udara
Iron Beam dirancang untuk dimasukkan ke dalam payung pertahanan udara, alih-alih menggantikan sistem yang sudah ada. Sistem ini mencakup Iron Dome milik Israel yang terkenal, sistem David's Sling jarak jauh, dan Arrow 3, yang menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berhasil mencegat target yang masuk untuk pertama kalinya pada bulan November.Sistem ini memiliki jangkauan yang berbeda, yang dimaksudkan untuk menangkal berbagai ancaman mulai dari roket jarak pendek yang ditembakkan Hamas hingga rudal balistik jarak jauh Iran.
"Secara umum, sistem pertahanan udara berlapis-lapis milik Israel merupakan aset nasional yang signifikan dan memainkan peran krusial dalam menghadapi ancaman apa pun, termasuk ancaman di wilayah utara," kata juru bicara Kementerian Pertahanan.
Seorang juru bicara Rafael mengatakan kepada Newsweek bahwa lebih dari 2.000 karyawannya dipanggil untuk tugas cadangan darurat setelah serangan Hamas pada 7 Oktober, dengan ratusan personel dievakuasi dari rumah mereka.
"Dalam tugasnya untuk menyediakan kemampuan pertahanan yang dibutuhkan IDF guna menegakkan misinya, Rafael telah mempercepat produksi dan pembuatan aset-aset penting," kata juru bicara tersebut.
"Sistem seperti Iron Beam yang sedang dikembangkan akan dikerahkan jika dapat memenuhi kebutuhan operasional seefektif mungkin," mereka menambahkan. Sistem ini akan bekerja bersama rudal pencegat kinetik Tamir yang digunakan oleh Iron Dome untuk menyediakan "kemampuan pencegatan berbasis energi" tambahan.
Lihat Juga :