Israel Bombardir Kamp Pengungsi Al-Mawasi Tewaskan 40 Orang, Berdalih Serang Hamas
Selasa, 10 September 2024 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pernyataan terpisah, juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan bahwa orang-orang yang berlindung di kamp tersebut belum diperingatkan tentang serangan udara Zionis Israel, dan menambahkan bahwa kekurangan peralatan dan perkakas menghambat operasi penyelamatan.
"Lebih dari 20 hingga 40 tenda rusak total," katanya, seraya menambahkan serangan itu meninggalkan tiga kawah yang dalam.
"Ada seluruh keluarga yang menghilang di bawah pasir dalam pembantaian Al-Mawasi Khan Younis," paparnya.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa pagi bahwa pesawat tempurnya telah menyerang Hamas yang signifikan yang beroperasi di dalam pusat komando dan kendali yang tertanam di dalam Area Kemanusiaan di Khan Younis.
"Organisasi teroris di Jalur Gaza terus secara sistematis menyalahgunakan infrastruktur sipil dan kemanusiaan, termasuk Area Kemanusiaan yang ditunjuk, untuk melakukan aktivitas teroris terhadap Negara Israel dan pasukan IDF [Pasukan Pertahanan Israel]," klaim militer Israel.
Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa klaim para pejuangnya hadir di lokasi serangan itu adalah "kebohongan yang mencolok".
"Lebih dari 20 hingga 40 tenda rusak total," katanya, seraya menambahkan serangan itu meninggalkan tiga kawah yang dalam.
"Ada seluruh keluarga yang menghilang di bawah pasir dalam pembantaian Al-Mawasi Khan Younis," paparnya.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa pagi bahwa pesawat tempurnya telah menyerang Hamas yang signifikan yang beroperasi di dalam pusat komando dan kendali yang tertanam di dalam Area Kemanusiaan di Khan Younis.
"Organisasi teroris di Jalur Gaza terus secara sistematis menyalahgunakan infrastruktur sipil dan kemanusiaan, termasuk Area Kemanusiaan yang ditunjuk, untuk melakukan aktivitas teroris terhadap Negara Israel dan pasukan IDF [Pasukan Pertahanan Israel]," klaim militer Israel.
Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa klaim para pejuangnya hadir di lokasi serangan itu adalah "kebohongan yang mencolok".
Lihat Juga :