Ini Pesan Menyentuh Paus Fransiskus untuk Israel dan Palestina
Selasa, 03 September 2024 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
"Semoga serangan dan persenjataan dihentikan. Tolong! Dan perlu dipahami bahwa terorisme dan perang tidak akan menghasilkan resolusi apa pun, tetapi hanya akan mengakibatkan kematian dan penderitaan bagi begitu banyak orang yang tidak bersalah. Perang adalah kekalahan! Setiap perang adalah kekalahan! Marilah kita berdoa agar tercipta perdamaian di Israel dan Palestina," lanjut dia.
Namun setelah Israel melancarkan serangan yang lebih mengerikan, pemimpin Gereja Katolik ini berdoa supaya konflik tersebut lekas berakhir. Itu disampaikan dalam pesan berkat Natalnya pada 25 Desember 2023.
Dari sinilah beberapa pesan menyentuh disampaikannya, seperti "Perang hanya dapat menghancurkan kehidupan masyarakat tersebut”. Dirinya juga mengaitkan pesannya dengan Alkitab.
Paus Fransiskus menyebut jika dalam Alkitab, “Pangeran Damai ditentang oleh ‘Pangeran dunia ini’ (Yoh 12:31), yang, dengan menabur benih kematian, bersekongkol melawan Tuhan, ‘pencinta kehidupan’.”
Paus Fransiskus berkata, “Kita melihat ini terjadi di Betlehem, di mana kelahiran Yesus Sang Juru Selamat diikuti oleh pembantaian orang-orang tak berdosa.”
Hal yang sama terjadi saat ini, dia mencatat “Betapa banyak orang tak berdosa yang dibantai di dunia kita! Di dalam rahim ibu mereka, dalam pengembaraan yang dilakukan dalam keputusasaan dan pencarian harapan, dalam kehidupan semua anak kecil yang masa kecilnya telah hancur karena perang. Mereka adalah Yesus kecil hari ini. Masa kanak-kanak mereka dihancurkan oleh perang.”
Dikutip dari American Magazine, dia mengimbau orang-orang untuk berdoa dan bekerja demi perdamaian dalam sedikitnya sepuluh situasi konflik di seluruh dunia, termasuk Ukraina, Republik Demokratik Kongo, dan Sudan Selatan.
Pesan Menyentuh Paus Fransiskus
Namun setelah Israel melancarkan serangan yang lebih mengerikan, pemimpin Gereja Katolik ini berdoa supaya konflik tersebut lekas berakhir. Itu disampaikan dalam pesan berkat Natalnya pada 25 Desember 2023.
Dari sinilah beberapa pesan menyentuh disampaikannya, seperti "Perang hanya dapat menghancurkan kehidupan masyarakat tersebut”. Dirinya juga mengaitkan pesannya dengan Alkitab.
Paus Fransiskus menyebut jika dalam Alkitab, “Pangeran Damai ditentang oleh ‘Pangeran dunia ini’ (Yoh 12:31), yang, dengan menabur benih kematian, bersekongkol melawan Tuhan, ‘pencinta kehidupan’.”
Paus Fransiskus berkata, “Kita melihat ini terjadi di Betlehem, di mana kelahiran Yesus Sang Juru Selamat diikuti oleh pembantaian orang-orang tak berdosa.”
Hal yang sama terjadi saat ini, dia mencatat “Betapa banyak orang tak berdosa yang dibantai di dunia kita! Di dalam rahim ibu mereka, dalam pengembaraan yang dilakukan dalam keputusasaan dan pencarian harapan, dalam kehidupan semua anak kecil yang masa kecilnya telah hancur karena perang. Mereka adalah Yesus kecil hari ini. Masa kanak-kanak mereka dihancurkan oleh perang.”
Dikutip dari American Magazine, dia mengimbau orang-orang untuk berdoa dan bekerja demi perdamaian dalam sedikitnya sepuluh situasi konflik di seluruh dunia, termasuk Ukraina, Republik Demokratik Kongo, dan Sudan Selatan.
Lihat Juga :