Swiss Tak Akan Lagi jadi Negara Netral, Berikut 4 Alasannya
Minggu, 01 September 2024 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
Makalah kelompok ahli tersebut telah menimbulkan kontroversi bahkan sebelum diterbitkan, dengan para kritikus mengklaim bahwa kepala Departemen Pertahanan Federal, Perlindungan Sipil, dan Olahraga (DDPS), Viola Amherd, telah dengan sengaja membentuk panel tersebut dengan menggunakan para ahli yang menentang netralitas.
Partai oposisi Partai Rakyat Swiss (SVP) kembali mengecam laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa komisi yang "berpihak secara politis" di baliknya telah menunjukkan "pengabaian terhadap netralitas abadi yang dijamin oleh konstitusi negara kita."
"Sudah menjadi rahasia umum bahwa... Amherd ingin menghancurkan netralitas Swiss dan menyerahkan dirinya ke tangan NATO dan UE," bunyi pernyataan SVP.
Meskipun bukan anggota UE atau NATO, Swiss telah bergabung dengan hampir semua sanksi Barat yang dijatuhkan kepada Rusia terkait konflik Ukraina dan telah membekukan aset Moskow senilai miliaran dolar. Pada awal 2024, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa, karena hal ini, Moskow tidak lagi menganggap Swiss sebagai negara netral.
Pada bulan Juni, otoritas Swiss menjadi tuan rumah konferensi perdamaian Ukraina, yang tidak mengundang Rusia. Moskow menggambarkan pertemuan puncak tersebut, yang hanya berfokus pada proposal Kiev untuk menyelesaikan konflik, sebagai "parodi negosiasi" dan bersikeras bahwa mereka tidak akan menghadiri acara tersebut jika Bern meminta delegasi Rusia untuk datang.
Partai oposisi Partai Rakyat Swiss (SVP) kembali mengecam laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa komisi yang "berpihak secara politis" di baliknya telah menunjukkan "pengabaian terhadap netralitas abadi yang dijamin oleh konstitusi negara kita."
"Sudah menjadi rahasia umum bahwa... Amherd ingin menghancurkan netralitas Swiss dan menyerahkan dirinya ke tangan NATO dan UE," bunyi pernyataan SVP.
Meskipun bukan anggota UE atau NATO, Swiss telah bergabung dengan hampir semua sanksi Barat yang dijatuhkan kepada Rusia terkait konflik Ukraina dan telah membekukan aset Moskow senilai miliaran dolar. Pada awal 2024, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa, karena hal ini, Moskow tidak lagi menganggap Swiss sebagai negara netral.
Pada bulan Juni, otoritas Swiss menjadi tuan rumah konferensi perdamaian Ukraina, yang tidak mengundang Rusia. Moskow menggambarkan pertemuan puncak tersebut, yang hanya berfokus pada proposal Kiev untuk menyelesaikan konflik, sebagai "parodi negosiasi" dan bersikeras bahwa mereka tidak akan menghadiri acara tersebut jika Bern meminta delegasi Rusia untuk datang.
(ahm)
Lihat Juga :