Apa Itu Ledakan Bom Atom Kotor yang Akan Dilakukan Ukraina?
Minggu, 18 Agustus 2024 - 15:05 WIB
loading...
Ukraina menyiapkan ledakan bom atom kotor. Foto/AP
A
A
A
MOSKOW - Dugaan rencana Ukraina untuk menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia menunjukkan keputusasaan Kiev dan menjamin tanggapan "kekuatan penuh" dari Moskow. Strategi itu dikenal dengan ledakan bom atom kotor. Demikian diungkapkan mantan pejabat Pentagon Michael Maloof mengatakan kepada RT.
Sebelumnya, jurnalis militer Rusia Marat Khairullin mengklaim bahwa Kiev sedang "mempersiapkan bendera palsu nuklir – ledakan bom atom kotor" yang akan menargetkan "lokasi penyimpanan bahan bakar nuklir bekas dari pembangkit listrik tenaga nuklir." Serangan itu dilaporkan akan diluncurkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye di Energodar – yang juga tidak jauh dari garis depan – atau PLTN Kursk di Kurchatov, dan kemudian disalahkan pada Rusia.
“Ini cukup serius, jika benar. Memainkan pertaruhan nuklir ini memang cukup serius,” kata Maloof kepada RT. “Ini adalah upaya Kiev untuk mendapatkan pengaruh, mengetahui bahwa dirinya sendiri terpojok. Ini adalah keputusasaan, tetapi menggunakan jalur nuklir tidak hanya akan menciptakan masalah langsung di wilayah itu, tetapi juga di seluruh Eropa, jadi saya pikir ini benar-benar kejam, jika memang itu yang ada dalam pikiran Ukraina.”
Ancaman tersebut menjadi lebih mendesak karena fakta bahwa militer Ukraina memiliki senjata – termasuk pesawat nirawak dan roket HIMARS yang dipasok Amerika – yang mampu mencapai kedua pembangkit tersebut, lanjut Maloof.
Oleh karena itu, Moskow harus mengambil “tindakan pencegahan” dan menargetkan lokasi militer Ukraina dalam jangkauan fasilitas tersebut, saran mantan analis kebijakan keamanan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa setiap upaya Kiev untuk menciptakan bencana nuklir akan ditanggapi dengan "tindakan balasan militer dan teknis-militer yang keras."
Baca Juga: Panglima Militer Ukraina: Invasi ke Kursk Bukan untuk Menduduki Wilayah Rusia
Sebelumnya, jurnalis militer Rusia Marat Khairullin mengklaim bahwa Kiev sedang "mempersiapkan bendera palsu nuklir – ledakan bom atom kotor" yang akan menargetkan "lokasi penyimpanan bahan bakar nuklir bekas dari pembangkit listrik tenaga nuklir." Serangan itu dilaporkan akan diluncurkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye di Energodar – yang juga tidak jauh dari garis depan – atau PLTN Kursk di Kurchatov, dan kemudian disalahkan pada Rusia.
“Ini cukup serius, jika benar. Memainkan pertaruhan nuklir ini memang cukup serius,” kata Maloof kepada RT. “Ini adalah upaya Kiev untuk mendapatkan pengaruh, mengetahui bahwa dirinya sendiri terpojok. Ini adalah keputusasaan, tetapi menggunakan jalur nuklir tidak hanya akan menciptakan masalah langsung di wilayah itu, tetapi juga di seluruh Eropa, jadi saya pikir ini benar-benar kejam, jika memang itu yang ada dalam pikiran Ukraina.”
Ancaman tersebut menjadi lebih mendesak karena fakta bahwa militer Ukraina memiliki senjata – termasuk pesawat nirawak dan roket HIMARS yang dipasok Amerika – yang mampu mencapai kedua pembangkit tersebut, lanjut Maloof.
Oleh karena itu, Moskow harus mengambil “tindakan pencegahan” dan menargetkan lokasi militer Ukraina dalam jangkauan fasilitas tersebut, saran mantan analis kebijakan keamanan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa setiap upaya Kiev untuk menciptakan bencana nuklir akan ditanggapi dengan "tindakan balasan militer dan teknis-militer yang keras."
Baca Juga: Panglima Militer Ukraina: Invasi ke Kursk Bukan untuk Menduduki Wilayah Rusia
Lihat Juga :