Siapa Korbein Schultz? Prajurit AS yang Mengaku Bersalah Menjual Informasi Rahasia ke China

Rabu, 14 Agustus 2024 - 18:45 WIB
loading...
Siapa Korbein Schultz?...
Korbein Schultz, mengaku bersalah atas tuduhan yang menuduhnya menjual informasi sensitif terkait kemampuan militer AS. Foto/CBS
A A A
WASHINGTON - Seorang prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat Sersan Korbein Schultz, mengaku bersalah atas tuduhan yang menuduhnya menjual informasi sensitif terkait kemampuan militer AS, termasuk lusinan dokumen yang membahas berbagai topik mulai dari sistem roket hingga taktik militer China.

Sersan Korbein Schultz, yang juga seorang analis intelijen, mengajukan pembelaan bersalah pada Selasa (13/8/2024) di pengadilan federal di Nashville. Sebelumnya ia mengaku tidak bersalah, lalu bulan lalu meminta sidang untuk mengubah pembelaannya.

"Secara total, Schultz menerima sedikitnya 14 pembayaran dengan total USD42.000," kata jaksa penuntut.

Siapa Korbein Schultz? Prajurit AS yang Mengaku Bersalah Menjual Informasi Rahasia ke China

1. Mengaku Bersalah Melakukan Kejahatan Militer

Schultz didakwa dalam dakwaan enam dakwaan, termasuk berkonspirasi untuk memperoleh dan mengungkapkan informasi pertahanan militer dan penyuapan pejabat publik. Pria berusia 24 tahun itu ditangkap pada bulan Maret di Fort Campbell, yang terletak di perbatasan Tennessee-Kentucky, tak lama setelah dakwaan dirilis.

Ia mengaku bersalah atas semua dakwaan terhadapnya dan akan dijatuhi hukuman pada tanggal 23 Januari 2025. Pembela umum federal yang mewakili Schultz menolak berkomentar pada hari Selasa.

"Kasus ini harus menjadi peringatan: jika ada anggota Angkatan Darat, baik yang masih aktif maupun yang sudah pernah dimintai informasi rahasia atau sensitif, mereka harus melaporkannya ke pihak berwenang yang sesuai dalam waktu 24 jam atau akan dimintai pertanggungjawaban penuh atas kelambanan mereka," kata Brigadir Jenderal Rhett R. Cox, Komandan Jenderal Komando Kontraintelijen Angkatan Darat, dilansir AP.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Sejarah! Kongo Tundukkan...
Sejarah! Kongo Tundukkan Uzbekistan Lewat Laga Dramatis dan Tantang Inggris di 32 Besar
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Berita Terkini
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved