Iran Beri Tahu AS dan UE: Pembalasan terhadap Agresi adalah Hak yang Sah

Rabu, 14 Agustus 2024 - 00:01 WIB
loading...
Iran Beri Tahu AS dan...
Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato di parlemen di Teheran, Iran. Foto AP/Vahid Salemi
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Iran memandang hak menghukum agresor sebagai hak yang sah bagi semua negara. Dia menggambarkannya sebagai cara menghentikan kejahatan dan agresi.

“Iran tidak akan pernah menyerah pada tekanan, sanksi, intimidasi, dan agresi, tetapi tetap memiliki hak untuk menanggapi agresor berdasarkan prinsip-prinsip internasional,” tegas presiden tersebut seperti dikutip Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA).

Selain itu, Pezeshkian mengkritik kebungkaman masyarakat internasional atas kejahatan Israel di Gaza, dengan menyatakan kebungkaman ini, bersama dengan dukungan Barat untuk Israel, hanya mendorong agresi lebih lanjut.

“Orang-orang di dunia mengharapkan negara-negara Eropa, terutama Jerman, untuk memainkan peran yang efektif dalam mengakhiri genosida Zionis di Gaza alih-alih mendukung rezim ini,” ujar Pezeshkian kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam percakapan telepon pada Senin, menurut jaringan media yang berbasis di Lebanon, Al-Mayadeen.

Hak yang Sah


Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani menyuarakan pendirian Pezeshkian, dengan menegaskan Iran berkomitmen mempertahankan kedaulatannya dan tidak akan meminta izin untuk menjalankan hak-haknya yang sah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved