Kata Musuh Nomor 1 Kremlin, Serangan Ukraina di Kursk Memalukan bagi Putin
Minggu, 11 Agustus 2024 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian tersebut juga mengeklaim "penghancuran 945 personel militer Ukraina dan 102 kendaraan lapis baja" di Kursk sejak Selasa, yang memicu reaksi keras dari para pengamat perang.
"Sementara itu, [Kepala Angkatan Bersenjata Rusia Valery] Gerasimov menyatakan beberapa hari yang lalu bahwa kelompok Angkatan Bersenjata Ukraina yang melintasi perbatasan berjumlah kurang dari 1.000 orang. Jadi, semua orang sudah terbunuh? Lalu siapa yang mengendalikan wilayah pendudukan di Kursk?" tanya pengguna X, Dmitri, dari War Translated, sebuah proyek independen yang menerjemahkan materi tentang perang.
Jenderal Rusia Apti Alaudinov, komandan unit pasukan khusus Akhmat yang bertempur di Rusia, keluar dari garis Kremlin pada hari Kamis ketika membahas serangan Ukraina ke Kursk.
“Pasukan Ukraina merebut permukiman Rusia di Kursk karena Moskow tidak memiliki kekuatan, sarana, atau sumber daya untuk menghentikan mereka,” kata Alaudinov, yang merupakan sekutu Putin.
Dalam pengakuan yang jarang terjadi, Alaudinov juga mengonfirmasi kematian pasukan Rusia dalam serangan itu. Moskow jarang mengomentari korban perangnya.
"Tidak ada proses yang tidak dapat diubah, tidak ada hal supernatural yang terjadi...Ya, orang-orang itu tewas, itu benar. Beberapa daerah berpenduduk, musuh masuk ke sana," katanya.
"Sementara itu, [Kepala Angkatan Bersenjata Rusia Valery] Gerasimov menyatakan beberapa hari yang lalu bahwa kelompok Angkatan Bersenjata Ukraina yang melintasi perbatasan berjumlah kurang dari 1.000 orang. Jadi, semua orang sudah terbunuh? Lalu siapa yang mengendalikan wilayah pendudukan di Kursk?" tanya pengguna X, Dmitri, dari War Translated, sebuah proyek independen yang menerjemahkan materi tentang perang.
Jenderal Rusia Apti Alaudinov, komandan unit pasukan khusus Akhmat yang bertempur di Rusia, keluar dari garis Kremlin pada hari Kamis ketika membahas serangan Ukraina ke Kursk.
“Pasukan Ukraina merebut permukiman Rusia di Kursk karena Moskow tidak memiliki kekuatan, sarana, atau sumber daya untuk menghentikan mereka,” kata Alaudinov, yang merupakan sekutu Putin.
Dalam pengakuan yang jarang terjadi, Alaudinov juga mengonfirmasi kematian pasukan Rusia dalam serangan itu. Moskow jarang mengomentari korban perangnya.
"Tidak ada proses yang tidak dapat diubah, tidak ada hal supernatural yang terjadi...Ya, orang-orang itu tewas, itu benar. Beberapa daerah berpenduduk, musuh masuk ke sana," katanya.
(mas)
Lihat Juga :