Jalani Pembesaran Payudara, Ibu Muda China Tewas di Meja Operasi

Kamis, 22 Agustus 2019 - 06:27 WIB
Jalani Pembesaran Payudara,...
Jalani Pembesaran Payudara, Ibu Muda China Tewas di Meja Operasi
A A A
NANYANG - Seorang ibu muda di China merahasiakan operasi pembesaran payudara dari keluarganya. Namun, dia tewas di meja operasi rumah sakit dengan kondisi mengerikan.

Yang Xue, 28, mengalami pendarahan mulai dari mata, hidung, mulut dan telinga dan lehernya dipenuhi bekas tusukan jarum.

Sejak kasus kematiannya terungkap, ahli bedah di Rumah Sakit Bedah Plastik Wanhe di Kota Nanyang, di Provinsi Henan, China tengah dilaporkan tidak memenuhi syarat untuk melakukan operasi.

Korban merupakan ibu dari anak kembar yang baru berusia dua tahun. Ibu muda tersebut meninggal pada 18 Agustus. Suaminya mengatakan bahwa dia tidak tahu bahwa istrinya akan menjalani operasi pembesaran payudara.

Menurut laporan media setempat, Yang Xue telah dua kali merahasiakan operasi pembesaran payudara. Dua bulan sebelumnya, dia melakukan operasi serupa di klinik bedah plastik itu tanpa sepengetahuan suaminya.

Klinik tersebut sekarang telah ditutup untuk penyelidikan resmi. Namun, laporan media setempat menyatakan petugas medis di sana tidak memenuhi syarat untuk melakukan operasi pembesaran payudara.

"Dia pergi pukul 10.00 pagi (pada tanggal 18 Agustus). Kami mengetahui tentang komplikasi pada pukul 17.35 sore," kata suami korban, Zhang, seperti dikutip Mirror, Rabu (21/8/2019) malam.

"Mereka memberi tahu kami bahwa mereka masih berusaha untuk menghidupkannya kembali, tetapi petugas medis sudah tiba dan menyatakan dia sudah meninggal," ujarnya. "Istri saya berdarah dari mata, hidung, mulut dan telinganya. Lehernya dipenuhi bekas jarum."

"Saya bahkan tidak tahu dia akan dioperasi. Tidak ada yang ditandatangani. Mereka menunjukkan kepada saya tanda tangan, tapi itu jelas palsu. Itu jelas tidak ditandatangani oleh istri saya," kata Zhang.

"Klinik telah ditutup dan petugas sedang menyelidiki. Mereka (petugas) menginterogasi dua dokter dan seorang perawat," ujarnya.

Zhang mengklaim bahwa dokter klinik tidak memenuhi syarat untuk melakukan operasi, dan bisnis kosmetik tidak dilengkapi peralatan untuk menangani komplikasi medis.

Pihak berwenang setempat telah menutup klinik dan para pejabat telah membuka penyelidikan atas kasus ini. Namun, baik polisi maupun juru bicara pemerintah tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang kematian Yang.
(mas)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
3 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
5 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
6 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
7 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
8 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
9 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved