China Tes Kemampuan Serang di Laut China Selatan, Tandingi AS-Filipina
Kamis, 08 Agustus 2024 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Patroli tempur China tersebut dilaporkan dilakukan sebagai respons atas latihan militer pada hari yang sama yang dilakukan oleh AS, Australia, Kanada, dan Filipina.
Dalam pernyataan bersama, para komandan militer dari keempat negara berjanji untuk menegakkan hak atas kebebasan navigasi dan penerbangan, dan penggunaan lain dari laut dan wilayah udara internasional yang diizinkan berdasarkan hukum internasional.
Mereka mengatakan latihan dua hari tersebut diadakan untuk menegakkan jalur lintas tanpa hambatan di kawasan Asia Pasifik.
Laut China Selatan menjadi subjek dari banyak klaim yang tumpang tindih oleh negara-negara di kawasan tersebut.
Selain China dan Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei mengeklaim sebagian wilayahnya. Jalur air tersebut dilalui oleh lalu lintas komersial dalam jumlah besar dan berfungsi sebagai jalur utama perdagangan luar negeri negara-negara Asia Selatan.
Ketegangan di kawasan tersebut semakin diperburuk oleh aktivitas AS dan sekutunya, yang secara rutin mengirimkan apa yang disebut misi "kebebasan navigasi" melalui wilayah yang diklaim Beijing sebagai zona ekonomi eksklusifnya.
Dalam pernyataan bersama, para komandan militer dari keempat negara berjanji untuk menegakkan hak atas kebebasan navigasi dan penerbangan, dan penggunaan lain dari laut dan wilayah udara internasional yang diizinkan berdasarkan hukum internasional.
Mereka mengatakan latihan dua hari tersebut diadakan untuk menegakkan jalur lintas tanpa hambatan di kawasan Asia Pasifik.
Laut China Selatan menjadi subjek dari banyak klaim yang tumpang tindih oleh negara-negara di kawasan tersebut.
Selain China dan Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei mengeklaim sebagian wilayahnya. Jalur air tersebut dilalui oleh lalu lintas komersial dalam jumlah besar dan berfungsi sebagai jalur utama perdagangan luar negeri negara-negara Asia Selatan.
Ketegangan di kawasan tersebut semakin diperburuk oleh aktivitas AS dan sekutunya, yang secara rutin mengirimkan apa yang disebut misi "kebebasan navigasi" melalui wilayah yang diklaim Beijing sebagai zona ekonomi eksklusifnya.
Lihat Juga :