alexametrics

Laporan SINDOnews.com dari Honolulu

Pengamat: Konsensus Bikin ASEAN Tidak Maju

loading...
Pengamat: Konsensus Bikin ASEAN Tidak Maju
Direktur Eksekutif Pacific Forum, Carl W. Baker. Foto/Sindonews/Victor Maulana
A+ A-
HONOLULU - Direktur Eksekutif Pacific Forum, Carl W. Baker, menilai ASEAN tidak terlalu percaya diri untuk menyampaikan posisi mereka di kawasan. Baker menyebut, ASEAN terkadang menggunakan konsensus untuk menghindari melakukan hal ini.

Baker menuturkan, konsensus adalah hal yang baik. Pada satu titik ada level konsensus di ASEAN dan itu memiliki suara yang cukup lantang. Dia menyebut, ada tendensi di ASEAN untuk menggunakan konsensus sebagai sebuah alasan dengan mengatakan mereka tidak memiliki konsensus sehingga mereka tidak bisa maju.

"Apa itu konsensus? semua orang setuju, siapa semua orang? jika Kamboja tidak senang, mereka bisa mengatakan tidak setuju dengan satu hal. Lakukan diplomasi senyap dan lampaui ide bahwa mereka (ASEAN) tidak memiliki konsensus," ucapnya.



"Jadi, menurut saya, ASEAN memiliki kemampuan lebih dibanding dengan apa yang disematkan kepada mereka. Mereka memiliki kredibilitas, sebagai entitas dan apa yang mereka lakukan adalah melukai diri mereka sendiri dengan terus mengatakan mereka tidak ingin mengintervensi urusan orang lain dan mereka ingin konsensus," sambungnya, Minggu (18/8/2019).

Dirinya mengatakan bahwa ASEAN memiliki konsesus, tapi dia tidak bahwa berpikir ASEAN telah berusaha cukup keras dan ASEAN menggunakan non-intervensi serta konsensus sebagai alasan di beberapa kasus.

"Apa yang harus dilakukan ASEAN adalah harus memiliki kepercayaan diri lebih dan meningkatkan kemampuanya sebagai aktor di kawasan. Menurut saya, itu adalah masalahnya. Konsensus itu tidak apa-apa dan prinsip non-intervensi itu tidak apa-apa. Tapi, yang ASEAN harus menyadari bahwa mereka telah dewasa dan telah melampui tahap awal. Itu tidak akan menyelesaikan masalah antara AS dan China, tapi tentunya itu bisa memastikan apa yang ASEAN percaya dan apa yang ASEAN coba perbuat," tukasnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak