Trump Tuding Siapa Penyebab Jatuhnya Pasar Saham AS dan Dunia

Senin, 05 Agustus 2024 - 18:45 WIB
loading...
Trump Tuding Siapa Penyebab...
Mantan Presiden AS Donald Trump. Foto/EPA-EFE/EDWARD M. PIO RODA
A A A
WASHINGTON - Saat pasar saham di Amerika Serikat (AS) dan seluruh dunia anjlok, mantan Presiden Donald Trump menyalahkan pemerintahan Partai Demokrat di Washington.

Trump menyebut Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris yang mencalonkan diri untuk Gedung Putih, bertanggung jawab atas badai keuangan.

Trump membuat tuduhan tersebut dalam unggahan media sosial pada Minggu (4/8/2024), menulis dengan huruf capital, “PASAR SAHAM JATUH. SUDAH SAYA BILANG PADA ANDA!!! KAMALA TIDAK PUNYA PETUNJUK. BIDEN TERLELAP. SEMUA DISEBABKAN OLEH KEPEMIMPINAN AS YANG TIDAK KOMPETEN!”

Indeks saham terkemuka di Wall Street telah anjlok, yang berpuncak pada penjualan ekuitas besar-besaran pada hari Jumat.

Penurunan Nasdaq 100 mengakibatkan hilangnya nilai lebih dari USD2 triliun hanya dalam waktu tiga pekan.

Pers keuangan menggambarkan perkembangan tersebut sebagai koreksi setelah pertumbuhan saham Big Tech yang memecahkan rekor berkat kemajuan teknologi AI.

Efek berantai menghantam pasar luar negeri, misalnya, Nikkei 225 Jepang anjlok 5,8% pada hari Jumat, beberapa hari setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga acuannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved