alexametrics

China Kerahkan Tank dan Kendaraan Lapis ke Dekat Hong Kong

loading...
China Kerahkan Tank dan Kendaraan Lapis ke Dekat Hong Kong
Sejumlah tank yang dikerahkan China di kota Shenzhen yang berdekatan dengan Hong Kong. Foto/Twitter @globaltimesnews
A+ A-
HONG KONG - Pasukan China terlihat mengerahkan sejumlah tank dan kendaraan lapis baja pengangkut personel di wilayah perbatasan yang berdekatan dengan Hong Kong. Pakar menilai langkah Beijing itu sebagai taktik untuk menakut-nakuti demonstran anti-pemerintah.

Video pengerahan tank-tank tersebut dipublikasikan media pemerintah China, People's Daily dan Global Times pada hari Senin, di saat ribuan demonstran anti-pemerintah menduduki Bandara Internasional Hong Kong. Kendaraan-kendaraan tempur itu berkumpul di kota Shenzhen, di seberang perbatasan Hong Kong. Jarak kedua wilayah itu bisa ditempuh 1,5 jam dengan kendaraan.

Rilis video ini muncul setelah eskalasi dramatis dari krisis 10 minggu yang telah menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan China di Hong Kong sejak penyerahan wilayah itu oleh Inggris tahun 1997.



Kedua media pemerintah mengklaim konvoi kendaraan lapis baja itu untuk misi latihan militer. "Polisi bersenjata telah berkumpul di Shenzhen, sebuah kota yang berbatasan dengan Hong Kong, sebelum latihan-latihan berskala besar," tulis Global Times di akun Twitter-nya, @globaltimesnews.

Dalam posting lainnya People's Daily mengatakan pasukan yang dikerahkan di Shenzhen siap untuk menangani kerusuhan, gangguan, kekerasan besar dan kejahatan serta masalah keamanan sosial terkait terorisme.

"China menyiratkan bahwa mereka mengirim Tentara Pembebasan Rakyat atau mengeluarkan intervensi langsung tetapi mereka tidak mau," kata Ben Bland, direktur lembaga pemikir kebijakan Lowy Institute yang bermarkas di Sydney.

"(Beijing) berharap bahwa sinyal untuk menakuti pengunjuk rasa agar mundur, tetapi jika dan ketika Beijing memutuskan untuk mengerahkan pasukan, mereka tidak akan mengiklankannya," katanya kepada CNBC, Selasa (13/8/2019).

"Ini semua adalah bagian dari tarian halus antara China dan Hong Kong yang mencapai titik kritis karena hampir tidak ada kesamaan atau kepentingan yang tumpang tindih antara pengunjuk rasa dan Beijing," ujar Bland.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak