Menteri Intelijen Iran: AS Tahu Israel Akan Bunuh Ismail Haniyeh
Minggu, 04 Agustus 2024 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim bahwa Haniyeh juga dibunuh dengan rudal jarak pendek seberat 7 kg. Rudal itu juga memicu ledakan di kediaman Haniyeh.
Teheran dan Hamas sama-sama menuduh Israel melakukan pembunuhan tersebut, yang tidak dikonfirmasi atau dibantah Hamas. Namun, laporan media mengklaim bahwa pejabat intelijen Israel memberi pengarahan kepada Washington dan pemerintah Barat lainnya tentang rincian pembunuhan tersebut segera setelah kejadian.
Baca Juga: 3 Armada Militer AS yang Dikirim untuk Membela Israel dari Serangan Iran
Menurut pernyataan Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas "penempatan militer AS yang baru" untuk membantu Israel mempertahankan diri dari "semua ancaman" dalam panggilan telepon pada hari Kamis. Selama panggilan telepon tersebut, pemimpin AS menegaskan kembali bahwa negaranya tetap berkomitmen pada keamanan Israel terhadap Iran dan "kelompok teroris proksi Hamas, Hizbullah, dan Houthi."
Penjabat menteri luar negeri Iran, Ali Bagheri Kani, mengatakan pada hari Jumat bahwa "rezim Israel melewati batas merah yang penting" dengan membunuh Haniyeh, dan berjanji bahwa Iran "tidak diragukan lagi akan menerapkan hukum dan keadilan" sebagai tanggapan.
Teheran dan Hamas sama-sama menuduh Israel melakukan pembunuhan tersebut, yang tidak dikonfirmasi atau dibantah Hamas. Namun, laporan media mengklaim bahwa pejabat intelijen Israel memberi pengarahan kepada Washington dan pemerintah Barat lainnya tentang rincian pembunuhan tersebut segera setelah kejadian.
Baca Juga: 3 Armada Militer AS yang Dikirim untuk Membela Israel dari Serangan Iran
Menurut pernyataan Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas "penempatan militer AS yang baru" untuk membantu Israel mempertahankan diri dari "semua ancaman" dalam panggilan telepon pada hari Kamis. Selama panggilan telepon tersebut, pemimpin AS menegaskan kembali bahwa negaranya tetap berkomitmen pada keamanan Israel terhadap Iran dan "kelompok teroris proksi Hamas, Hizbullah, dan Houthi."
Penjabat menteri luar negeri Iran, Ali Bagheri Kani, mengatakan pada hari Jumat bahwa "rezim Israel melewati batas merah yang penting" dengan membunuh Haniyeh, dan berjanji bahwa Iran "tidak diragukan lagi akan menerapkan hukum dan keadilan" sebagai tanggapan.
Lihat Juga :