Menentang PBB, Trump Sebut Tes Rudal Korut Tidak Langgar Kesepakatan

Sabtu, 03 Agustus 2019 - 05:32 WIB
Menentang PBB, Trump...
Menentang PBB, Trump Sebut Tes Rudal Korut Tidak Langgar Kesepakatan
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, uji coba rudal Korea Utara (Korut) mungkin telah melanggar resolusi PBB. Namun ia menegaskan jika uji coba tersebut tidak melanggar kesepakatan dirinya dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un.

Dalam serangkaian postingan di Twitter, Trump mengatakan, ia tidak percaya Jong-un ingin mengecewakannya dengan melanggar kepercayaan.

Korut menembakkan rudal untuk ketiga kalinya dalam delapan hari, serangkaian peluncuran yang menurut para analis tampaknya dirancang untuk meningkatkan kemampuan militernya. Uji coba itu juga untuk menekan AS dan Korea Selatan (Korsel) ketika keduanya berusaha untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi dengan Pyongyang.

Korut menguji coba rudal meskipun pertemuan pada 30 Juni antara Trump dan Jong-un sepakat untuk menghidupkan kembali perundingan yang macet, yang belum dilanjutkan.

Trump telah mengecilkan arti peluncuran rudal Korut sejak pertemuan puncak dengan Jong-un di Vietnam berujung kegagalan pada bulan Februari lalu. Trump mengatakan mereka adalah perangkat jarak pendek, bukan rudal balistik antarbenua dan bom nuklir yang telah dijanjikan Jong-un untuk tidak diuji.

"Kim Jong-un dan Korea Utara menguji 3 rudal jarak pendek selama beberapa hari terakhir," tweet Trump.

“Tes rudal ini bukan pelanggaran perjanjian yang ditandatangani Singapura kami, juga tidak ada diskusi tentang rudal jarak pendek ketika kami berjabat tangan," sambungnya.

"Mungkin ada pelanggaran PBB, tetapi Ketua Kim tidak ingin mengecewakan saya dengan pelanggaran kepercayaan, ada terlalu banyak bagi Korea Utara untuk mendapatkan - potensi sebagai Negara, di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, tidak terbatas. Juga, ada terlalu banyak kerugian,” katanya.

Trump lantas memuji hubungan pribadinya dengan Kim, yang pemerintahannya telah dikritik oleh Departemen Luar Negeri AS karena menundukkan rakyatnya pelanggaran berat hak asasi manusia dan kebebasan mendasar. Departemen itu mengatakan pada bulan Mei bahwa sekitar 100.000 orang adalah dimasukkan ke kamp-kamp penjara politik.

“Saya mungkin salah, tetapi saya percaya bahwa Ketua Kim memiliki visi yang hebat dan indah untuk negaranya, dan hanya Amerika Serikat, dengan saya sebagai Presiden, yang dapat mewujudkan visi itu. Dia akan melakukan hal yang benar karena dia terlalu pintar untuk tidak melakukannya, dan dia tidak ingin mengecewakan temannya, Presiden Trump!” tukas Trump.
(ian)
Berita Terkait
Eks Penasihat Trump:...
Eks Penasihat Trump: Korea Utara Sekarang Lebih Berbahaya
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
AS Tanggapi Santai Peluncuran...
AS Tanggapi Santai Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
AS Cs Kutuk Peluncuran...
AS Cs Kutuk Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
Korut Pamer Rudal Baru,...
Korut Pamer Rudal Baru, Korsel Desak Perundingan Damai
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
55 menit yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
3 jam yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
3 jam yang lalu
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
5 jam yang lalu
Infografis
PBB Tolak Usulan Trump...
PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina ke Luar Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved