Pemberontak Mali Bantai Puluhan Tentara Bayaran Rusia, Komandan Wagner Minta Bantuan Putin
Selasa, 30 Juli 2024 - 08:54 WIB
loading...
A
A
A
"Menurut informasi saya, lebih dari 80 orang tewas dan lebih dari 15 orang ditawan dalam operasi ini," bunyi postingan komandan tersebut dengan tanda panggilan Rusich.
"Ini menyangkut kawan-kawan Rusia dan personel militer kita yang mewakili kepentingan Rusia," imbuh dia, seperti dikutip Newsweek, Selasa (30/7/2024).
Administrator saluran Telegram militer terkemuka "Grey Zone", Nikita Fedyanin, dilaporkan tewas dan helikopter Mi-24 milik Wagner jatuh dalam penyergapan tersebut.
Rusich mengatakan bahwa dia telah menghubungi pasukan khusus Rusia serta Korps Afrika—kelompok yang dibentuk untuk membawa tentara bayaran Rusia di bawah kendali Kremlin setelah kematian pendiri Wagner Yevgeny Prigozhin.
"Saya hanya meminta bantuan dari Kementerian Pertahanan dan dari pemerintah Ibu Pertiwi untuk membantu," katanya.
"Serangan itu sangat signifikan dan menunjukkan peningkatan kemampuan suku Tuareg," kata Olayinka Ajala, seorang pakar Afrika Barat dan dosen senior politik dan hubungan internasional di Universitas Leeds Beckett di Inggris.
Ajala mengatakan ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa suku Tuareg sekarang didukung oleh militer Prancis. "Dan mereka membangun aliansi dengan pasukan terkait al-Qaeda," katanya.
"Ini menyangkut kawan-kawan Rusia dan personel militer kita yang mewakili kepentingan Rusia," imbuh dia, seperti dikutip Newsweek, Selasa (30/7/2024).
Administrator saluran Telegram militer terkemuka "Grey Zone", Nikita Fedyanin, dilaporkan tewas dan helikopter Mi-24 milik Wagner jatuh dalam penyergapan tersebut.
Rusich mengatakan bahwa dia telah menghubungi pasukan khusus Rusia serta Korps Afrika—kelompok yang dibentuk untuk membawa tentara bayaran Rusia di bawah kendali Kremlin setelah kematian pendiri Wagner Yevgeny Prigozhin.
"Saya hanya meminta bantuan dari Kementerian Pertahanan dan dari pemerintah Ibu Pertiwi untuk membantu," katanya.
"Serangan itu sangat signifikan dan menunjukkan peningkatan kemampuan suku Tuareg," kata Olayinka Ajala, seorang pakar Afrika Barat dan dosen senior politik dan hubungan internasional di Universitas Leeds Beckett di Inggris.
Ajala mengatakan ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa suku Tuareg sekarang didukung oleh militer Prancis. "Dan mereka membangun aliansi dengan pasukan terkait al-Qaeda," katanya.
Lihat Juga :