Erdogan Ancam Invasi Israel untuk Bela Palestina, Ini Reaksi Zionis
Senin, 29 Juli 2024 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
"Kita harus sangat kuat agar Israel tidak dapat melakukan hal-hal konyol ini terhadap Palestina. Sama seperti kita memasuki Karabakh, sama seperti kita memasuki Libya, kita mungkin melakukan hal serupa kepada mereka," kata Erdogan.
"Tidak ada alasan mengapa kita tidak dapat melakukan ini...Kita harus kuat agar kita dapat mengambil langkah-langkah ini," imbuh Erdogan dalam pidatonya yang disiarkan televisi, seperti dikutip Reuters.
Komentar Erdogan tersebut merujuk pada partisipasi aktif Ankara dalam perang saudara Libya, serta permusuhan baru-baru ini di wilayah Azerbaijan; Nagorno-Karabakh.
Baku, yang muncul sebagai pemenang dalam konflik melawan separatis Karabakh pro-Armenia dan mendapatkan kembali kendali atas wilayah yang memisahkan diri, telah menerima dukungan dari Israel dan Turki, namun dugaan keterlibatan langsung pasukan Ankara dalam permusuhan tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Meskipun Erdogan telah lama memposisikan dirinya sebagai pendukung utama perjuangan Palestina, dia sebagian besar abstain dari ancaman invasi langsung ke Israel.
Pada 20 Maret 2003, dengan dalih memerangi terorisme dan mencari senjata pemusnah massal, koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat mulai melakukan pengeboman besar-besaran terhadap kota-kota Irak.
"Tidak ada alasan mengapa kita tidak dapat melakukan ini...Kita harus kuat agar kita dapat mengambil langkah-langkah ini," imbuh Erdogan dalam pidatonya yang disiarkan televisi, seperti dikutip Reuters.
Komentar Erdogan tersebut merujuk pada partisipasi aktif Ankara dalam perang saudara Libya, serta permusuhan baru-baru ini di wilayah Azerbaijan; Nagorno-Karabakh.
Baku, yang muncul sebagai pemenang dalam konflik melawan separatis Karabakh pro-Armenia dan mendapatkan kembali kendali atas wilayah yang memisahkan diri, telah menerima dukungan dari Israel dan Turki, namun dugaan keterlibatan langsung pasukan Ankara dalam permusuhan tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Meskipun Erdogan telah lama memposisikan dirinya sebagai pendukung utama perjuangan Palestina, dia sebagian besar abstain dari ancaman invasi langsung ke Israel.
Nasib Saddam Hussein
Pada 20 Maret 2003, dengan dalih memerangi terorisme dan mencari senjata pemusnah massal, koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat mulai melakukan pengeboman besar-besaran terhadap kota-kota Irak.
Lihat Juga :