Ketika Gerakan Kiamat Cengkeram Kaum Muda Timur Tengah
Minggu, 21 Juli 2024 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Tradisi Yahudi menyatakan bahwa kelahiran sapi betina merah yang sempurna akan memicu rangkaian peristiwa yang dinubuatkan yang mengarah pada penghancuran Masjid al-Aqsa dan Dome of the Rock (Kubah Batu) di Bukit Bait Suci Yerusalem—dan pembangunan Kuil Yahudi yang baru.
Meskipun kepercayaan terhadap hari kiamat sangat banyak dan beragam, Zaaimi mengatakan bahwa akar permasalahannya serupa: “Keyakinan tersebut merupakan gejala dari kelesuan sosial dan ekonomi yang mendalam.”
“Dan merupakan suatu bentuk perlawanan dari masyarakat yang frustrasi terhadap struktur politik dan teologis tirani yang ada,” katanya.
Peristiwa apokaliptik juga dikaitkan dengan perubahan besar. Itulah yang paling diinginkan oleh pengikut mereka.
Itu menjadi sebab mengapa mereka mendapatkan daya tarik baru setelah perang dan keruntuhan ekonomi.
Masyarakat yang trauma. Ledakan konflik. Pergolakan politik. Kerusuhan agama. Institusi yang terfragmentasi. Korupsi.
“Semua mungkin memberikan penjelasan mengapa begitu banyak warga Irak yang terjerumus ke dalam jurang kepercayaan metafisik yang tidak jelas setelah kehilangan harapan di dunia fisik,” papar Zaaimi.
Menurut Zaaimi, gerakan kiamat telah menemukan tuan rumah yang bersedia dalam algoritma media sosial yang haus akan traffic baru. Terutama yang menawarkan live streaming (dengan iklan reguler).
“Kecenderungan ini menciptakan seluruh ekosistem pembuat konten media sosial,” kata Zaaimi.
“Pasukan influencer baru ini menafsirkan kitab suci, melacak tanda-tanda akhir zaman dalam konflik regional saat ini seperti perang Gaza, dan memproyeksikan protagonis Islam yang apokaliptik pada para pemimpin politik modern...Hanya sedikit yang menjadi pemimpin agama sepenuhnya. ”
Meskipun kepercayaan terhadap hari kiamat sangat banyak dan beragam, Zaaimi mengatakan bahwa akar permasalahannya serupa: “Keyakinan tersebut merupakan gejala dari kelesuan sosial dan ekonomi yang mendalam.”
“Dan merupakan suatu bentuk perlawanan dari masyarakat yang frustrasi terhadap struktur politik dan teologis tirani yang ada,” katanya.
Peristiwa apokaliptik juga dikaitkan dengan perubahan besar. Itulah yang paling diinginkan oleh pengikut mereka.
Itu menjadi sebab mengapa mereka mendapatkan daya tarik baru setelah perang dan keruntuhan ekonomi.
Masyarakat yang trauma. Ledakan konflik. Pergolakan politik. Kerusuhan agama. Institusi yang terfragmentasi. Korupsi.
“Semua mungkin memberikan penjelasan mengapa begitu banyak warga Irak yang terjerumus ke dalam jurang kepercayaan metafisik yang tidak jelas setelah kehilangan harapan di dunia fisik,” papar Zaaimi.
Menurut Zaaimi, gerakan kiamat telah menemukan tuan rumah yang bersedia dalam algoritma media sosial yang haus akan traffic baru. Terutama yang menawarkan live streaming (dengan iklan reguler).
“Kecenderungan ini menciptakan seluruh ekosistem pembuat konten media sosial,” kata Zaaimi.
“Pasukan influencer baru ini menafsirkan kitab suci, melacak tanda-tanda akhir zaman dalam konflik regional saat ini seperti perang Gaza, dan memproyeksikan protagonis Islam yang apokaliptik pada para pemimpin politik modern...Hanya sedikit yang menjadi pemimpin agama sepenuhnya. ”
(mas)
Lihat Juga :