Kremlin: Konsentrasi Kapal Perang NATO di Laut Hitam Jadi Ancaman bagi Rusia

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:40 WIB
loading...
Kremlin: Konsentrasi...
Rusia sangat khawatir dengan konsentrasi kapal perang NATO di Laut Hitam. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Kremlin mengatakan bahwa Rusia akan mempertimbangkan rencana apa pun untuk membangun kehadiran permanen kapal perang NATO di Laut Hitam sebagai ancaman, mengingat keterlibatan aliansi tersebut dalam konflik Ukraina.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov melontarkan pernyataan tersebut ketika ditanya wartawan melalui telepon konferensi tentang strategi keamanan maritim baru Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Zelenskiy telah berbicara tentang perlunya memastikan bahwa Angkatan Laut Rusia tidak mendominasi Laut Hitam.

“Tentu saja, kehadiran kapal-kapal NATO yang terkonsentrasi – kami memperhatikan Bulgaria dan Rumania, negara-negara pesisir yang menjadi anggota aliansi (NATO) – tentu saja ini, terutama dalam situasi saat ini, merupakan ancaman tambahan bagi Rusia," kata Peskov kepada wartawan, dilansir Reuters.

Tentu saja, Rusia akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin keamanannya sendiri.

Sementara itu, Badan Kehutanan Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka sedang memadamkan 222 kebakaran terpisah di 20 wilayah, karena musim panas yang luar biasa panasnya telah memicu kebakaran hutan yang telah menghancurkan jutaan hektar hutan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Junta Myanmar Gunakan Bank Thailand untuk Membeli Senjata

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di aplikasi pesan Telegram, Badan Pengelolaan Hutan Federal Rusia mengatakan keadaan darurat diberlakukan di wilayah Yakutia dan Zabaikalsky di timur jauh karena kebakaran hutan.

Dikatakan lebih dari 5.000 orang bekerja untuk memadamkan api di seluruh Rusia.

Rusia dalam beberapa tahun terakhir dilanda musim kebakaran hutan yang semakin merusak, yang menurut para ahli disebabkan oleh kenaikan suhu akibat perubahan iklim.

Awal bulan ini, pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat di wilayah Yakutia dan Tuva di Siberia, di tengah meningkatnya kebakaran.

Di Yakutia, wilayah terpencil dan berhutan lebat seukuran Texas, media lokal melaporkan bahwa kebakaran telah melalap lebih dari 930 hektar lahan dalam jarak 10 km (6,2 mil) dari Belaya Gora, sebuah desa berpenduduk 2.000 orang di wilayah tersebut. timur laut.

Pihak berwenang di Yakutia, yang berulang kali dilanda kebakaran dalam beberapa tahun terakhir, mengatakan kebakaran di tiga distrik di wilayah tersebut berada di bawah kendali layanan darurat.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved