Jihad Islam Murka Israel Ingin Yahudikan Masjid Ibrahimi di Hebron

Sabtu, 13 Juli 2024 - 00:01 WIB
loading...
Jihad Islam Murka Israel...
Bendera Israel terlihat di Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat, pada 5 Mei 2022. Foto/Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency
A A A
HEBRON - Gerakan Jihad Islam mengecam berbagai pelanggaran pasukan penjajah Israel terhadap Masjid Ibrahimi di kota Hebron, selatan Tepi Barat yang diduduki.

Jihad Islam memperingatkan warga Palestina tidak akan tinggal diam dalam menghadapi "kejahatan" baru yang bertujuan mengubah fitur masjid tersebut.

“Pasukan Israel menyegel halaman Masjid Ibrahimi pada Kamis (11/7/2024) dalam upaya mengubah fitur-fiturnya,” ungkap seorang pejabat Palestina.



Rekaman yang dibagikan di media sosial tampaknya menunjukkan satu derek menempatkan struktur logam di area tersebut.

"Otoritas Israel terus berupaya mengubah fitur-fitur masjid dan menjadikannya Yahudi," tegas Ghassan Al-Rajabi, pejabat Otoritas Wakaf Hebron, kepada Anadolu.

Dia menyebut tindakan Israel tersebut sebagai "serangan serius" terhadap tempat ibadah Muslim tersebut.

"Masjid tersebut adalah wakaf murni Islam dan otoritas Israel tidak memiliki hak atasnya," papar dia.

“Israel memanfaatkan keadaan perang (di Gaza) untuk melaksanakan agenda mereka dengan merebut tempat-tempat suci,” ujar Al-Rajabi.

Sementara itu, gerakan Jihad Islam mengatakan, “Kejahatan Israel terhadap masjid tersebut terjadi dalam konteks rencananya untuk menjadikan tempat tersebut sebagai tempat Yahudi bersama dengan tempat-tempat suci lainnya, memaksakan pemisahan spasial dan temporal pada tempat-tempat tersebut, dan mengacaukan situasi historis, hukum, dan keagamaan yang ada di Masjid Ibrahimi serta mengubah identitas Islamnya.”

Gerakan tersebut menekankan, “Rakyat Palestina tidak akan tinggal diam dalam menghadapi serangan-serangan ini dan akan menghadapinya dengan sekuat tenaga untuk membela tanah mereka, kesucian mereka, dan martabat umat Islam.”

Sebaliknya, Mufti Besar Yerusalem dan wilayah Palestina, Muhammad Hussein, mengatakan, “Upaya pasukan penjajah Israel untuk menghancurkan atap halaman masjid adalah upaya untuk menjadikan tempat tersebut sebagai tempat Yahudi, mengubah fitur, struktur, dan tampilan luarnya, serta melanggar kesuciannya.”

Dia menambahkan, “Ini merupakan serangan serius terhadap bangunan bersejarah masjid, provokasi terhadap perasaan umat Islam, serangan terhadap kebebasan beribadah di sana, dan pertanda eskalasi berbahaya terhadap kesucian Palestina."

Setelah pembantaian 29 jemaah Palestina pada tahun 1994 di dalam masjid oleh pemukim ekstremis Yahudi, Baruch Goldstein, otoritas Israel membagi kompleks masjid antara jemaah Muslim dan Yahudi.

Namun pasukan kolonial Israel secara teratur menutup masjid untuk jemaah Muslim agar para pemukim dapat merayakan berbagai hari raya Yahudi.

Hebron adalah rumah bagi sekitar 160.000 Muslim Palestina dan sekitar 500 pemukim Yahudi garis keras yang tinggal di serangkaian daerah kantong khusus Yahudi yang dijaga ketat pasukan penjajah Israel.

Baca juga: Terdampak Perang, 40.000 Perusahaan Israel Tutup Sejak Oktober
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved