Netanyahu Dianggap Sabotase Upaya Gencatan Senjata di Gaza
Selasa, 09 Juli 2024 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
“Publikasi tuntutan yang diperketat tersebut, yang tampaknya bertentangan dengan tawaran Israel sebelumnya, bertujuan menunda dan merusak peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat,” ungkap sumber keamanan kepada situs berita Israel Ynet.
“Tuntutan tersebut adalah perilaku tidak pantas yang akan merusak peluang para korban penculikan untuk kembali pulang,” papar sumber keamanan kepada Ynet.
Pejabat keamanan lainnya mengatakan kepada Channel 12, “Netanyahu berpura-pura menginginkan kesepakatan, namun berupaya menggagalkannya.”
Ketentuan mengenai dugaan penyelundupan senjata melalui Mesir, yang bukan merupakan bagian dari perundingan dengan Hamas, juga dikritik karena merusak kontak dengan Kairo, mediator utama dalam pembicaraan dengan Hamas.
“Ini berbahaya bagi wacana yang dilakukan dengan Kairo dan berdampak negatif pada semua perundingan,” ujar seorang sumber kepada Ynet.
Pernyataan Netanyahu juga dilaporkan membuat marah para mediator, yang mengatakan tuntutannya dapat menggagalkan kemajuan yang dicapai dengan susah payah dalam perundingan dalam beberapa pekan terakhir.
Israel dan Hamas telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung sejak Januari untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang di Gaza dan menukar tahanan.
Israel telah membunuh lebih dari 38.000 warga Palestina dalam genosida sembilan bulan tersebut, termasuk 15.000 anak-anak dan lebih dari 10.000 wanita.
Lebih dari 120 warga Israel ditahan di Gaza sementara Israel menahan lebih dari 10.000 tahanan politik Palestina.
Kedua belah pihak telah bolak-balik membahas usulan garis besar perjanjian tiga fase yang diajukan mediator AS, Qatar dan Mesir.
Sebagian besar komponen kesepakatan telah diselesaikan setelah negosiasi berbulan-bulan.
“Tuntutan tersebut adalah perilaku tidak pantas yang akan merusak peluang para korban penculikan untuk kembali pulang,” papar sumber keamanan kepada Ynet.
Pejabat keamanan lainnya mengatakan kepada Channel 12, “Netanyahu berpura-pura menginginkan kesepakatan, namun berupaya menggagalkannya.”
Ketentuan mengenai dugaan penyelundupan senjata melalui Mesir, yang bukan merupakan bagian dari perundingan dengan Hamas, juga dikritik karena merusak kontak dengan Kairo, mediator utama dalam pembicaraan dengan Hamas.
“Ini berbahaya bagi wacana yang dilakukan dengan Kairo dan berdampak negatif pada semua perundingan,” ujar seorang sumber kepada Ynet.
Menggagalkan Kemajuan Mediator
Pernyataan Netanyahu juga dilaporkan membuat marah para mediator, yang mengatakan tuntutannya dapat menggagalkan kemajuan yang dicapai dengan susah payah dalam perundingan dalam beberapa pekan terakhir.
Israel dan Hamas telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung sejak Januari untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang di Gaza dan menukar tahanan.
Israel telah membunuh lebih dari 38.000 warga Palestina dalam genosida sembilan bulan tersebut, termasuk 15.000 anak-anak dan lebih dari 10.000 wanita.
Lebih dari 120 warga Israel ditahan di Gaza sementara Israel menahan lebih dari 10.000 tahanan politik Palestina.
Kedua belah pihak telah bolak-balik membahas usulan garis besar perjanjian tiga fase yang diajukan mediator AS, Qatar dan Mesir.
Sebagian besar komponen kesepakatan telah diselesaikan setelah negosiasi berbulan-bulan.
Lihat Juga :