Apa Itu Hannibal Directive? Kebijakan yang Mengizinkan Militer Israel Membunuh Prajurit dan Warganya Sendiri

Senin, 08 Juli 2024 - 22:55 WIB
loading...
A A A
Petunjuk tersebut diyakini telah dicabut pada tahun 2016, meskipun tidak jelas apa yang menyebabkan pembatalannya. Sebuah laporan oleh Israel

Pengawas keuangan negara juga merekomendasikan tentara untuk menghapus arahan tersebut karena adanya kritik yang diterima serta karena berbagai penafsiran oleh pihak militer.

4. Diterapkap pada 7 Oktober

Apa Itu Hannibal Directive? Kebijakan yang Mengizinkan Militer Israel Membunuh Prajurit dan Warganya Sendiri

Foto/AP

Menurut penyelidikan Haaretz, sumber senior militer Israel juga mengkonfirmasi prosedur Hannibal “dilakukan pada 7 Oktober”. Sumber tersebut mengatakan penyelidikan pasca perang akan mengungkap siapa yang memberi perintah tersebut.

Sementara itu, juru bicara militer Israel mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa tentara “telah mulai melakukan penyelidikan internal terhadap apa yang terjadi pada 7 Oktober dan periode sebelumnya”.

“Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk mempelajari dan mengambil pelajaran yang dapat digunakan dalam melanjutkan pertempuran. Ketika penyelidikan ini selesai, hasilnya akan disajikan kepada publik secara transparan,” kata juru bicara tersebut, menurut surat kabar Israel.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Citroen Berlingo Baru...
Citroen Berlingo Baru Akan Kembali dengan Desain MPV Kecil Praktis
Berita Terkini
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved