Jenderal Amerika: Penarikan Sekitar 1.000 Tentara AS dari Niger Hampir Rampung
Minggu, 07 Juli 2024 - 09:30 WIB
loading...
Penarikan sekitar 1.000 tentara Amerika Serikat dari Niger hampir selesai. Foto/Al Jazeera
A
A
A
NIAMEY - Penarikan sekitar 1.000 tentara Amerika Serikat (AS) dari Pangkalan Udara 101 di Niger hampir selesai. Demikian disampaikan pejabat tinggi Komando AS-Afrika, Mayor Jenderal Kenneth Ekman.
Upacara perpisahan yang didedikasikan untuk pemberangkatan pesawat angkut C-17 Globemaster III terakhir dari pangkalan tersebut, yang terletak di sebelah bandara internasional di Ibu Kota Niger, Niamey, dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu (7/7/2024).
“Pemerintah Niger akan mengambil kendali atas bekas wilayah dan fasilitas Amerika setelah pasukan Amerika berangkat dari negara Afrika Barat tersebut,” kata Ekman kepada Reuters melalui tautan video.
Baca Juga: Niger Bersiap Usir 1.000 Tentara AS, Pasukan Rusia Masuk
Pemerintahan baru, yang berkuasa setahun yang lalu setelah menggulingkan presiden pro-Barat; Mohamed Bazoum, mendesak Washington awal tahun ini untuk memindahkan pasukannya yang berjumlah sekitar 1.000 personel hingga batas waktu 15 September.
Niamey mengatakan Amerika telah gagal memenuhi janji mereka untuk membantu Niger dalam memerangi militan jihad yang telah melanda wilayah Sahel selama beberapa dekade.
Upacara perpisahan yang didedikasikan untuk pemberangkatan pesawat angkut C-17 Globemaster III terakhir dari pangkalan tersebut, yang terletak di sebelah bandara internasional di Ibu Kota Niger, Niamey, dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu (7/7/2024).
“Pemerintah Niger akan mengambil kendali atas bekas wilayah dan fasilitas Amerika setelah pasukan Amerika berangkat dari negara Afrika Barat tersebut,” kata Ekman kepada Reuters melalui tautan video.
Baca Juga: Niger Bersiap Usir 1.000 Tentara AS, Pasukan Rusia Masuk
Pemerintahan baru, yang berkuasa setahun yang lalu setelah menggulingkan presiden pro-Barat; Mohamed Bazoum, mendesak Washington awal tahun ini untuk memindahkan pasukannya yang berjumlah sekitar 1.000 personel hingga batas waktu 15 September.
Niamey mengatakan Amerika telah gagal memenuhi janji mereka untuk membantu Niger dalam memerangi militan jihad yang telah melanda wilayah Sahel selama beberapa dekade.
Lihat Juga :