Protes Kebijakan AS yang Mendukung Kekejaman Israel, 9 Pejabat Ini Pilih Mundur
Kamis, 04 Juli 2024 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan dia mengundurkan diri karena laporan pemerintah kepada Kongres yang menurutnya secara keliru menyatakan bahwa Israel tidak memblokir bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Baca Juga: Meski Dinilai Lemah dan Terancam Kalah, Joe Biden Tetap Ngotot Jadi Capres
3. Alexander Smith
Kontraktor USAID, mengundurkan diri pada akhir Mei, dengan tuduhan melakukan sensor setelah lembaga bantuan luar negeri AS tersebut membatalkan publikasi presentasinya mengenai kematian ibu dan anak di kalangan warga Palestina. Badan tersebut mengatakan belum melalui peninjauan dan persetujuan yang tepat.4. Hala Rharrit
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS yang berbahasa Arab, meninggalkan jabatannya pada bulan April karena menentang kebijakan Amerika Serikat di Gaza, tulisnya di halaman LinkedIn-nya.5. Annelle Sheline
Dia mengundurkan diri dari biro hak asasi manusia Departemen Luar Negeri pada akhir Maret, dan menulis dalam artikel CNN bahwa dia tidak dapat melayani pemerintah yang “memungkinkan kekejaman seperti itu”.6. Tariq Habash
Seorang warga Amerika keturunan Palestina, berhenti sebagai Asisten Khusus di kantor perencanaan Departemen Pendidikan pada bulan Januari. Dia mengatakan pemerintahan Biden “menutup mata” terhadap kekejaman di Gaza.7. Harrison Mann
Dia merupakan seorang mayor Angkatan Darat AS dan pejabat Badan Intelijen Pertahanan, mengundurkan diri pada bulan November karena kebijakan Gaza dan mengumumkan alasannya pada bulan Mei.Baca Juga: Meski Dinilai Lemah dan Terancam Kalah, Joe Biden Tetap Ngotot Jadi Capres
8. Josh Paul
Dia merupakan Direktur Biro Urusan Politik dan Militer Departemen Luar Negeri AS, mengundurkan diri pada bulan Oktober sebagai pengunduran dirinya yang pertama kali diketahui publik, mengutip apa yang ia gambarkan sebagai “dukungan buta” Washington terhadap Israel.9. Lily Greenberg Call
Dia menjadi pejabat politik Yahudi pertama yang mengundurkan diri, setelah menjabat sebagai Asisten Khusus Kepala Staf di Departemen Dalam Negeri. “Sebagai seorang Yahudi, saya tidak bisa mendukung bencana di Gaza,” tulisnya di Guardian.(ahm)
Lihat Juga :