PM Ethiopia: Rakyat Rela Korbankan Nyawa Demi Bendungan Renaissance

Minggu, 23 Agustus 2020 - 04:04 WIB
loading...
PM Ethiopia: Rakyat...
Bendungan Renaissance di Ethiopia. Foto/Business Monthly/Facebook
A A A
ADDIS ABABA - Perdana Menteri (PM) Ethiopia Abiy Ahmed menyatakan Ethiopia akan terus membangun Bendungan Renaissance dan tidak akan tunduk pada tekanan berbagai pihak.

Menurut Ahmed, pembangunan bendungan telah selesai 88% saat ini. “Bendungan itu simbol kebebasan dan kemerdekaan,” papar dia.

Ahmed menekankan, “Rakyat Ethiopia siap mengorbankan nyawanya demi menyelesaikan pembangunan bendungan itu.”

Saat wawancara dengan badan pemerintah terkait proyek bendungan, Ahmed menjelaskan penyelesaian Bendungan Renaissance akan dilanjutkan tidak peduli dengan perubahan pemerintahan karena negara memerlukan langkah ini.

Negosiasi terkait Bendungan Renaissance masih berlanjut dengan kesepakatan membentuk komite teknis dan legal untuk tiap tiga negara yang terkait pembangunan bendungan itu. (Baca Juga: Saudi: Harga untuk Hubungan dengan Israel adalah Negara Palestina)

Mesir, Sudan dan Ethiopia berselisih terkait pembangunan bendungan tersebut. Mesir dan Sudan merasa pembangunan bendungan itu dapat mengurangi akses air yang mengalir ke negaranya. (Baca Infografis: Korsel Membuat Mesin Tank 1500HP, Indonesia Jadi Calon Pembeli)

Ethiopia bersikeras bahwa bendungan itu sangat penting bagi negaranya untuk mengentaskan warganya dari kemiskinan. Bendungan itu akan menghasilkan listrik bagi Ethiopia yang sangat membutuhkan energi. (Lihat Video: Sosialisasi Kreatif Covid-19 di Kemang Raya Menggunakan Replika Peti Mati)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Mesir Ditempatkan di UEA
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
Terima Dubes Yassir...
Terima Dubes Yassir Mohamed, Baznas Perkuat Sinergi Bantuan Kemanusiaan untuk Sudan
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved