DK PBB Dilaporkan Tolak Rencana AS Hidupkan Kembali Seluruh Sanksi Iran
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 16:27 WIB
loading...
Dewan Keamanan (DK) PBB menolak rencana Amerika Serikat (AS) untuk memberlakukan kembali sanksi internasional terhadap Iran. Foto/REUTERS
A
A
A
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB menolak rencana Amerika Serikat (AS) untuk memberlakukan kembali sanksi internasional terhadap Iran . Mereka beralasan bahwa langkah Washington tidak berlaku karena menggunakan proses yang disepakati di bawah kesepakatan nuklir, di mana AS telah keluar dari kesepakatan itu dua tahun lalu.
24 jam sejak Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan dia memicu penghitungan mundur 30 hari untuk kembalinya sanksi PBB terhadap Iran, termasuk embargo senjata, 13 dari 15 negara Inggris mengatakan menolak hal itu. ( Baca juga: AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan )
Melansir Channel News Asia pada Sabtu (22/8/2020), Inggris, Prancis, Jerman dan Belgia serta China, Rusia , Vietnam, Niger, Saint Vincent dan Grenadines, Afrika Selatan, Indonesia, Estonia dan Tunisia telah menulis surat pertentangan atas rencana AS itu.
Di bawah proses yang menurut Washington telah dimulai, tampaknya semua sanksi PBB terhadap Iran harus diberlakukan kembali pada tengah September, hanya beberapa hari sebelum Donald Trump akan berpidato di Majelis Umum PBB.
AS sendiri mengambil langkah ini setelah pekan lalu DK PBB dengan tegas menolak resolusi mereka untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran, yang akan berakhir pada Oktober mendatang. ( Baca juga: Ibu Muda Penganiaya Bayi Itu Kerap Tanpa Busana untuk Mandi di Kolam Renang )
24 jam sejak Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan dia memicu penghitungan mundur 30 hari untuk kembalinya sanksi PBB terhadap Iran, termasuk embargo senjata, 13 dari 15 negara Inggris mengatakan menolak hal itu. ( Baca juga: AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan )
Melansir Channel News Asia pada Sabtu (22/8/2020), Inggris, Prancis, Jerman dan Belgia serta China, Rusia , Vietnam, Niger, Saint Vincent dan Grenadines, Afrika Selatan, Indonesia, Estonia dan Tunisia telah menulis surat pertentangan atas rencana AS itu.
Di bawah proses yang menurut Washington telah dimulai, tampaknya semua sanksi PBB terhadap Iran harus diberlakukan kembali pada tengah September, hanya beberapa hari sebelum Donald Trump akan berpidato di Majelis Umum PBB.
AS sendiri mengambil langkah ini setelah pekan lalu DK PBB dengan tegas menolak resolusi mereka untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran, yang akan berakhir pada Oktober mendatang. ( Baca juga: Ibu Muda Penganiaya Bayi Itu Kerap Tanpa Busana untuk Mandi di Kolam Renang )
(esn)
Lihat Juga :