AS Sebut Korut Akan Kerahkan Tentara ke Ukraina, Bisa Picu Perang Dunia III

Kamis, 27 Juni 2024 - 13:08 WIB
loading...
AS Sebut Korut Akan...
Amerika Serikat sebut Korea Utara akan mengerahkan tentara untuk membantu perang Rusia melawan Ukraina. Foto/KCNA via REUTERS
A A A
KYIV - Amerika Serikat (AS) mengeklaim bahwa pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un akan mengirim tentaranya ke Ukraina untuk membantu perang Rusia.

Klaim tersebut, jika benar-benar terjadi, bisa memicu Perang Dunia III di tengah meningkatnya perseteruan antara Rusia dan Barat.

Klaim Amerika itu merujuk pada pakta pertahanan bersama yang ditandatangani Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kim Jong-un di Pyongyang pekan lalu. Pakta pertahanan itu menjanjikan bantuan militer satu sama lain.

Menurut AS, sejak perjanjian diteken, diumumkan bahwa Korea Utara akan mengirim unit militernya ke wilayah Donetsk saat Rusia melanjutkan invasinya.

Baca Juga: Rusia Korut Teken Pakta Saling Bantu Jika Diserang, China Bungkam

Pyongyang sebelumnya dilaporkan telah mengirimkan hingga 1,6 juta peluru untuk membantu perang Rusia melawan Ukraina.

Aliansi militer Rusia-Korut tersebut telah dikecam oleh sejumlah negara Barat, termasuk Amerika Serikat.

Pentagon mengatakan pengiriman pasukan Korea Utara ke Ukraina berarti mereka akan menghadapi pembantaian, dan mempertanyakan motif Kim Jong-un.

Juru bicara Pentagon Pat Ryder mengatakan dalam sebuah pengarahan: "Saya pikir jika saya adalah manajemen personel militer Korea Utara, saya akan mempertanyakan pilihan saya dalam mengirimkan pasukan saya untuk menjadi umpan meriam dalam perang ilegal melawan Ukraina."

AS, lanjut Ryder, akan terus memantau aliansi Rusia-Korut.

Aliansi yang ditandatangani oleh Putin dan Kim menyatakan: "Jika salah satu dari kedua belah pihak berada dalam keadaan perang karena invasi bersenjata dari satu atau beberapa negara bagian, pihak lain harus memberikan bantuan militer dan bantuan lainnya dengan segala cara yang dimilikannya tanpa penundaan."

Sekutu AS, Jepang dan Korea Selatan telah menyatakan keprihatinan besar terhadap pakta militer tersebut.

Pyongyang membalas dengan mengecam AS karena mengirim senjata ke Ukraina.

Seorang mantan anggota Parlemen Rusia, Ilya Ponomarev, mengatakan kepada Express bahwa Korea Utara adalah jembatan penting antara Kremlin dan China, yang memungkinkan Beijing untuk mentransfer peralatan militer ke Moskow tanpa melanggar sanksi Barat.

"Korea Utara adalah salah satu mitra utama Rusia dan alasan di balik mereka menjadi mitra tersebut adalah karena mereka bertindak sebagai jembatan antara China dan Rusia," katanya, Kamis (27/6/2024).

“Pada dasarnya semua peralatan militer yang seharusnya dikirim dari Korea Utara ini pernah dikembangkan untuk Korea Utara oleh China. China berhati-hati agar tidak terkena sanksi sekunder dari Amerika Serikat, namun Korea Utara tidak dalam bahaya," paparnya.

“Jadi tidak ada masalah bagi China untuk membantu warga Korea Utara dan kemudian warga Korea Utara untuk melakukan perdagangan dengan Rusia dan mendapatkan keuntungan dari hal ini baik secara finansial maupun dalam hal pengembangan militer," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved