Korut Tembakkan Rudal Hipersonik saat Kapal Induk Nuklir AS Unjuk Kekuatan di Korsel
Kamis, 27 Juni 2024 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
JCS mengatakan mereka yakin senjata itu adalah rudal hipersonik berbahan bakar padat.
Peluncuran misil tersebut, lanjut JCS, menghasilkan lebih banyak asap dibandingkan peluncuran normal, kemungkinan karena kerusakan mesin.
Dalam percakapan telepon tiga arah, diplomat senior dari Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), dan Jepang mengecam peluncuran rudal tersebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi PBB dan setuju untuk menjaga koordinasi yang erat mengenai Korea Utara. Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba rudal hipersonik sejak tahun 2021 sebagai upaya nyata untuk memperoleh kemampuan menembus perisai pertahanan rudal pesaingnya.
Para pakar asing mempertanyakan apakah rudal tersebut telah mencapai kecepatan dan kemampuan manuver yang diinginkan selama uji terbang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara juga telah mengembangkan lebih banyak rudal yang menggunakan bahan bakar padat. Peluncuran rudal semacam itu lebih sulit dideteksi dibandingkan rudal berbahan bakar cair, yang harus diisi bahan bakarnya sebelum lepas landas.
Uji tembak rudal pada hari Rabu terjadi ketika kedua Korea terlibat dalam perang psikologis ala Perang Dingin dengan menggunakan balon dan siaran pengeras suara.
Peluncuran misil tersebut, lanjut JCS, menghasilkan lebih banyak asap dibandingkan peluncuran normal, kemungkinan karena kerusakan mesin.
Dalam percakapan telepon tiga arah, diplomat senior dari Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), dan Jepang mengecam peluncuran rudal tersebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi PBB dan setuju untuk menjaga koordinasi yang erat mengenai Korea Utara. Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba rudal hipersonik sejak tahun 2021 sebagai upaya nyata untuk memperoleh kemampuan menembus perisai pertahanan rudal pesaingnya.
Para pakar asing mempertanyakan apakah rudal tersebut telah mencapai kecepatan dan kemampuan manuver yang diinginkan selama uji terbang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara juga telah mengembangkan lebih banyak rudal yang menggunakan bahan bakar padat. Peluncuran rudal semacam itu lebih sulit dideteksi dibandingkan rudal berbahan bakar cair, yang harus diisi bahan bakarnya sebelum lepas landas.
Uji tembak rudal pada hari Rabu terjadi ketika kedua Korea terlibat dalam perang psikologis ala Perang Dingin dengan menggunakan balon dan siaran pengeras suara.
Lihat Juga :