Putin Janji Perkuat Triad Nuklir Rusia untuk Seimbangkan Kekuatan Dunia
Minggu, 23 Juni 2024 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Rusia adalah salah satu dari empat negara yang dipastikan memiliki triad nuklir, bersama Amerika Serikat (AS), China, dan India. Israel umumnya dianggap memiliki senjata nuklir, meskipun program nuklirnya yang rahasia membuatnya sulit diverifikasi oleh para ahli.
Pada bulan Mei, AS mengumumkan peningkatan triad nuklirnya, dengan Angkatan Udara merilis foto pesawat pengebom siluman B-21 yang sedang menjalani uji penerbangan.
Sebelumnya pada bulan ini, Putin mengeluarkan peringatan tentang potensi penggunaan senjata nuklir, dan menyatakan bahwa ancaman terhadap penggunaan senjata nuklir “tidak boleh dianggap enteng” oleh Barat.
Dengan menganggap senjata tersebut hanya untuk tujuan pertahanan, dia mengatakan bahwa Moskow akan terpaksa menggunakan segala cara yang dimiliki jika tindakan negara lain mengancam kedaulatan dan integritas teritorial Rusia.
Peringatan serupa dikeluarkan pada bulan Mei oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Menyusul pengumuman pengiriman jet tempur F-16 ke Ukraina oleh Belgia, Lavrov mengatakan kepada pewawancara RIA Novosti bahwa ini merupakan "tindakan sinyal" NATO "di bidang nuklir”.
Pada bulan Mei, AS mengumumkan peningkatan triad nuklirnya, dengan Angkatan Udara merilis foto pesawat pengebom siluman B-21 yang sedang menjalani uji penerbangan.
Sebelumnya pada bulan ini, Putin mengeluarkan peringatan tentang potensi penggunaan senjata nuklir, dan menyatakan bahwa ancaman terhadap penggunaan senjata nuklir “tidak boleh dianggap enteng” oleh Barat.
Dengan menganggap senjata tersebut hanya untuk tujuan pertahanan, dia mengatakan bahwa Moskow akan terpaksa menggunakan segala cara yang dimiliki jika tindakan negara lain mengancam kedaulatan dan integritas teritorial Rusia.
Peringatan serupa dikeluarkan pada bulan Mei oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Menyusul pengumuman pengiriman jet tempur F-16 ke Ukraina oleh Belgia, Lavrov mengatakan kepada pewawancara RIA Novosti bahwa ini merupakan "tindakan sinyal" NATO "di bidang nuklir”.
Lihat Juga :