AS Terkejut dengan Kecepatan Rusia Bangun Aliansi Baru

Kamis, 20 Juni 2024 - 19:16 WIB
loading...
AS Terkejut dengan Kecepatan...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu di Pyongyang, 19 Juni 2024. Foto/Sputnik/Vladimir Smirnov
A A A
WASHINGTON - Kemitraan keamanan Rusia dengan China, Korea Utara (Korut), dan “musuh-musuh” Amerika Serikat (AS) lainnya tidak diantisipasi oleh Washington, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ).

WSJ mengutip sumber intelijen yang tidak disebutkan namanya terkait masalah tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani kemitraan strategis dan perjanjian pertahanan bersama dengan Republik Demokratik Rakyat Korea (Korut) pada Rabu (19/6/2024), sebelum terbang ke Vietnam.

Kunjungan Putin ke China bulan lalu mendorong salah satu pembuat kebijakan AS untuk menyatakan upaya Amerika selama puluhan tahun untuk memisahkan Moskow dan Beijing telah sia-sia.

“Kecepatan dan kedalaman perluasan hubungan keamanan yang melibatkan musuh AS terkadang mengejutkan para analis intelijen Amerika. Rusia dan negara-negara lain telah mengesampingkan perselisihan bersejarah untuk bersama-sama melawan apa yang mereka anggap sebagai sistem global yang didominasi AS, menurut mereka,” ungkap laporan WSJ pada Rabu.

Washington menuduh Pyongyang “mengirim pekerja ke Rusia untuk membantu jalur produksi senjata,” serta menjual rudal dan peluru artileri ke Moskow untuk digunakan melawan Ukraina.

AS juga percaya China telah memungkinkan industri militer Rusia menghindari sanksi Barat, dengan mengirimkan “peralatan ganda dalam jumlah besar, termasuk peralatan mesin, mikroelektronik… optik untuk tank dan kendaraan lapis baja, dan mesin turbo untuk rudal jelajah,” menurut sumber AS pada WSJ.

Baca juga: Intel Rusia Ungkap Barat Berencana Korbankan Zelensky, Siapkan Penggantinya

Mereka juga menuduh China telah membantu Rusia “meningkatkan kemampuan satelit dan ruang angkasa lainnya untuk digunakan di Ukraina.”

Beijing menolak tuduhan AS, menyebut sanksi tersebut sepihak dan tidak sah, serta menuduh Washington munafik karena memicu konflik dengan mempersenjatai dan memasok Kiev.

“Iran telah menjadi pemasok senjata utama Rusia,” ungkap pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya kepada Journal, menuduh Teheran membantu membangun satu pabrik di Wilayah Tatarstan yang mampu membuat ribuan drone Shahed-136.

“Perluasan hubungan keamanan Rusia dengan DPRK, China, dan Iran tidak berarti aliansi militer seperti NATO, namun tampaknya merupakan serangkaian pertukaran bilateral,” ungkap sejumlah sumber Amerika yang tidak disebutkan namanya kepada Journal.

“Transfer teknologi melibatkan risiko peningkatan kemampuan jangka panjang semua negara yang terlibat, sehingga mengancam AS,” papar mereka.

Awal bulan ini, di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg, Putin mengumumkan strategi hubungan ekonomi Rusia dengan ‘Global Selatan’ akan melibatkan kemitraan berdasarkan “transfer teknologi dan kompetensi daripada kontrol pasar.”

Moskow juga mengisyaratkan akan beralih ke negara-negara ‘Global Selatan’, yang telah diasingkan oleh perilaku Barat dalam konflik di Ukraina.

Upaya AS dan sekutunya untuk mengisolasi Rusia telah mengalami “kegagalan total,” menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Februari.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Berita Terkini
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved