alexametrics

Kemampuan Rudal Baru China Meningkat, Saingi Amerika

loading...
Kemampuan Rudal Baru China Meningkat, Saingi Amerika
Kemampuan Rudal Baru China Meningkat, Saingi Amerika
A+ A-
ZHUHAI - Presiden China Xi Jinping memperkuat pasukan rudalnya ke tingkat yang menjadi tantangan bagi kapal induk dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Asia. Selama ini kapal induk dan pangkalan militer itu menjadi tulang punggung pertahanan AS di kawasan Asia.

Sebagian besar rudal yang dimiliki China saat ini mampu menyaingi atau mengungguli kemampuan rudal AS. Rudal-rudal itu pun dapat menusuk payung pelindung AS terhadap aliansi regional Korea Selatan (Korsel), Jepang, dan Taiwan.

”China sekarang memiliki pasukan rudal balistik paling canggih di dunia dan memiliki kapasitas untuk melampaui sistem pertahanan yang kita kembangkan,” papar mantan kepala intelijen Angkatan Laut (AL) AS Kapten James Fanell kepada kantor berita Reuters.



China juga memiliki satu kelas rudal konvensional yang dapat menyerang kapal induk AS di laut dan berbagai pangkalan di Jepang atau bahkan Guam di Samudra Pasifik. Berdasarkan traktat era Perang Dingin antara AS dan Rusia, mereka tak diizinkan mengembangkan senjata jenis itu yang berbasis di darat, rudal balistik jarak menengah, dan rudal jelaj ah dengan jangkauan antara 500 dan 5.500 km.

Namun, China yang tak menandatangani traktat itu telah mengembangkan roketroket itu dalam jumlah yang banyak. Laporan khusus ini bagian dari serial Reuters berjudul The China Challenge yang men-jelaskan bagaimana Presiden Xi Jinping membentuk ulang dan meremajakan militer China, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dengan mengisinya dengan para pendukung setia dan memperkuat kemampuan rudal, angkatan laut, dan nuklir.

Dalam menghadapi konflik di laut, militer China menyatakan mereka kini memiliki cara membuat kapal induk AS tetap di teluk. ”Kita tak dapat mengalahkan AS di laut. Tapi kita memiliki rudal yang secara khusus menargetkan kapal induk untuk menghentikan mereka mendekati wilayah perairan kita jika terjadi konflik,” papar seorang purnawirawan kolonel PLA kepada Reuters.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak