Pemimpin G7 Tunjukkan Kekuatan, tapi Rapuh di Dalam Negerinya, Ini 5 Buktinya

Sabtu, 15 Juni 2024 - 17:07 WIB
loading...
A A A
Namun pertanyaannya tetap ada; seberapa menarikkah G7 saat ini bagi pihak luar? Pertanyaan tentang legitimasi kelompok tersebut bukanlah hal baru. G7 dulunya menyumbang 70 persen produk domestik bruto (PDB) global – angka yang menyusut menjadi hanya 40 saat ini – dan mewakili sepersepuluh dari populasi global. Sebagai tanda bahwa dinamika kekuatan global sedang berubah secara dramatis, kelompok-kelompok global lainnya pun turut bertumbuh. Negara-negara BRICS – termasuk India, Rusia dan Tiongkok – telah menambah jumlah anggotanya dua kali lipat dari lima menjadi 10 pada bulan Januari tahun ini.

Selain itu, kebijakan dan sanksi proteksionis – dua elemen kunci yang menandakan persatuan di antara anggota G7 pada pertemuan puncak ini – merupakan sumber utama penderitaan bagi negara lain.

“Salah satu alasan mengapa banyak negara hanya menonton dibandingkan bertindak adalah karena banyak negara-negara Barat mengambil tindakan yang merugikan perekonomian mereka,” kata Fredrik Erixon, ekonom dan direktur Pusat Ekonomi Politik Internasional Eropa. “Tak satu pun dari para pemimpin Barat ini memiliki kapasitas untuk mengatakan ‘Kami ingin membuka perekonomian kami bersama mereka’ dan hal ini menyulitkan negara-negara lain untuk mendukung tujuan geopolitik Barat.”

5. Masih Terpecah karena Gaza

Pemimpin G7 Tunjukkan Kekuatan, tapi Rapuh di Dalam Negerinya, Ini 5 Buktinya

Foto/AP

Melansir Al Jazeera, perang di Gaza telah memperdalam perpecahan. Negara-negara Barat telah dituduh menerapkan standar ganda dalam dukungan mereka terhadap Ukraina, dibandingkan dengan sikap mereka yang lebih lunak terhadap tindakan Israel di wilayah yang terkepung di mana lebih dari 37.000 warga Palestina telah terbunuh dalam delapan bulan.

Dalam pernyataan terakhirnya, G7 mendukung rencana gencatan senjata yang digariskan oleh Biden, sekali lagi menekankan dukungan kelompok tersebut terhadap solusi dua negara, termasuk pengakuan negara Palestina “pada waktu yang tepat”.

Pernyataan itu mengatakan bahwa Israel “harus mematuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional” dan “menahan diri” untuk melancarkan serangan di kota Rafah di Gaza selatan. Namun, mereka tidak mengecam tindakan Israel selama perang ini, yang saat ini sedang diselidiki oleh Mahkamah Internasional – pengadilan tertinggi di dunia – dalam kasus genosida yang diajukan oleh Afrika Selatan terhadap Israel. Terdapat laporan bahwa Kanada dan Perancis mendorong pernyataan yang lebih tegas mengenai tindakan Israel di Gaza, namun AS dan Jerman menentangnya.

“Bagi banyak negara di dunia, kegagalan G7 untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap perang di Gaza merupakan contoh paling nyata dari sikap bermuka dua yang dilakukan Barat,” kata Rafael Loss, pakar keamanan UE di Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Media AS Ungkap Israel...
Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Kisah Mikail Fajar,...
Kisah Mikail Fajar, Siswa SMK dengan Bakat Seni yang Berhasil Tembus ITB Lewat SNBP 2026
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
Berita Terkini
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved