alexametrics

Putin dan Kim Jong-un Bertemu Paruh Kedua April

loading...
Putin dan Kim Jong-un Bertemu Paruh Kedua April
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS/Jorge Silva/Maxim Shipenkov
A+ A-
MOSKOW - Kremlin mengumumkan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un akan melakukan perjalanan ke Rusia akhir bulan ini untuk bertemu Presiden Vladimir Putin. Kedua pemimpin akan melakukan pembicaraan pada paruh kedua April.

Dalam sebuah pernyataan hari Kamis, Kremlin mengatakan Kim Jong-un akan berkunjung ke Rusia atas undangan Putin. Tak ada rincian soal isu pembicaraan dalam pertemuan kedua pemimpin yang akan tercatat sebagai pertemuan pertama.

Surat kabar Rusia, Izvestia mengutip sumber diplomatik mengatakan pembicaraan antara Putin dan Kim Jong-un kemungkinan akan diadakan di kota Vladivostok, Rusia timur jauh, sebelum Putin terbang ke pertemuan puncak di China pada 26-27 April 2019.



Seorang pejabat Korea Utara, Kim Chang Son, telah melakukan perjalanan ke Vladivostok minggu ini. Dia pada hari Rabu terlihat memeriksa stasiun kereta kota dan melakukan pemeriksaan keamanan.

Pengumuman Kremlin muncul beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Korut mengecam Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Pompeo yang dianggap bertindak gegabah. Kementerian itu menyerukan agar Pompeo dicoret dari perundingan antara pejabat Washington dan Pyongyang terkait krisis nuklir Korut.

Pyongyang juga mengaku telah melakukan uji coba senjata pertamanya sejak pertemuan puncak terakhir antara Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un di Vietnam pada Februari lalu. Pertemuan itu berakhir dengan kegagalan karena tidak ada kesepakatan apa pun yang dibuat terkait denuklirisasi Semenanjung Korea.

Uji coba senjata itu dipimpin langsung oleh Kim Jong-un. Senjata yang diuji tembak diklaim sebagai senjata kendali taktis tipe baru.

"Keuntungan dari senjata ini adalah mode khusus untuk membimbing penerbangan dan muatan hulu ledak yang kuat," tulis media pemerintah Korea Utara, KCNA, dalam laporannya.

Kim Jong-un menggambarkan pengembangan senjata itu sebagai salah satu yang sangat penting dalam meningkatkan kekuatan tempur Tentara Rakyat. Uji tembak senjata itu berlangsung hari Rabu, namun baru dilaporkan hari Kamis.

"Tes hari Rabu dilakukan dalam berbagai mode penembakan pada target yang berbeda dan Kim memandu uji tembak," lanjut laporan tersebut.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak