Israel Gagas Alternatif Pemerintahan Selain Hamas di Gaza
Senin, 03 Juni 2024 - 09:46 WIB
loading...
A
A
A
Pada 15 Mei, dia mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas kurangnya rencana pascaperang untuk wilayah kantong Palestina, yang antara tahun 1967 dan 2005 berada di bawah kekuasaan langsung Israel.
Gallant mendesak Netanyahu untuk mengambil keputusan dan menyatakan bahwa Israel tidak akan melakukan kontrol sipil atas Jalur Gaza.
Perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap wilayah Israel selatan. Menurut rezim Zionis serangan itu mengakibatkan kematian 1.189 orang dan 252 lainnya disandera.
Sedangkan pengeboman brutal Israel terhadap Gaza hingga kini telah menewaskan 36.439 orang, sebagian besar juga warga sipil. Angka itu menurut kementerian kesehatan wilayah Gaza yang dikelola Hamas.
"Operasi militer di satu sisi dan menciptakan potensi pemerintahan alternatif di sisi lain akan memungkinkan kita mencapai dua tujuan perang ini: penghapusan Hamas sebagai otoritas pemerintahan dan militer di Gaza, dan kembalinya para sandera," kata Gallant.
Gallant mendesak Netanyahu untuk mengambil keputusan dan menyatakan bahwa Israel tidak akan melakukan kontrol sipil atas Jalur Gaza.
Perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap wilayah Israel selatan. Menurut rezim Zionis serangan itu mengakibatkan kematian 1.189 orang dan 252 lainnya disandera.
Sedangkan pengeboman brutal Israel terhadap Gaza hingga kini telah menewaskan 36.439 orang, sebagian besar juga warga sipil. Angka itu menurut kementerian kesehatan wilayah Gaza yang dikelola Hamas.
"Operasi militer di satu sisi dan menciptakan potensi pemerintahan alternatif di sisi lain akan memungkinkan kita mencapai dua tujuan perang ini: penghapusan Hamas sebagai otoritas pemerintahan dan militer di Gaza, dan kembalinya para sandera," kata Gallant.
Lihat Juga :