4 Dampak Jika Rafah Runtuh, Salah Satunya Muncul Zona Kematian
Jum'at, 31 Mei 2024 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum Rafah, kota-kota lain lebih dulu menjadi korban. Sebut saja seperti Khan Yunis, Beit Lahiya, Jabalia, Beit Hanoun hingga Deir al-Balah.
Apabila Rafah nantinya benar-benar diratakan oleh Israel, Palestina akan kembali kehilangan wilayahnya. Terlebih, banyak yang menyebut bahwa Rafah sendiri adalah benteng terakhir para pengungsi Palestina.
Sebelum Israel benar-benar menyerang, sebagian pengamat mengkhawatirkan kondisi Rafah yang bisa menjadi kuburan massal. Hal ini karena memang status wilayah tersebut adalah tempat perlindungan terakhir bagi para pengungsi di Palestina.
Mengutip The NewArab, sebelum perang Rafah punya populasi sekitar 280 ribu jiwa. Namun, jumlahnya sudah membengkak menjadi 1,7 juta jiwa.
Padahal, Rafah sendiri diperkirakan hanya memiliki luas sekitar 63 kilometer persegi. Namun, karena keterbatasan kondisinya, para pengungsi rela tinggal di kamp-kamp sempit yang tidak akan mampu menahan tekanan musim dingin.
Melihat korban jiwa yang sudah jatuh sampai sekarang di Rafah, angkanya mungkin bisa meningkat lagi. Terlebih, Israel sendiri tidak menghiraukan kecaman dunia dan seakan sudah bertekad menjadikan Rafah sebagai zona kematian.
Jika Rafah jatuh, bantuan kemanusiaan untuk Palestina akan semakin sulit lagi. Sebagaimana diketahui, Rafah tidak hanya jadi benteng terakhir pengungsi Palestina, namun juga akses satu-satunya bantuan ketika Israel menerapkan blokade di sepanjang perbatasan Jalur Gaza.
Apabila Rafah nantinya benar-benar diratakan oleh Israel, Palestina akan kembali kehilangan wilayahnya. Terlebih, banyak yang menyebut bahwa Rafah sendiri adalah benteng terakhir para pengungsi Palestina.
2. Jadi Zona Kematian
Sebelum Israel benar-benar menyerang, sebagian pengamat mengkhawatirkan kondisi Rafah yang bisa menjadi kuburan massal. Hal ini karena memang status wilayah tersebut adalah tempat perlindungan terakhir bagi para pengungsi di Palestina.
Mengutip The NewArab, sebelum perang Rafah punya populasi sekitar 280 ribu jiwa. Namun, jumlahnya sudah membengkak menjadi 1,7 juta jiwa.
Padahal, Rafah sendiri diperkirakan hanya memiliki luas sekitar 63 kilometer persegi. Namun, karena keterbatasan kondisinya, para pengungsi rela tinggal di kamp-kamp sempit yang tidak akan mampu menahan tekanan musim dingin.
Melihat korban jiwa yang sudah jatuh sampai sekarang di Rafah, angkanya mungkin bisa meningkat lagi. Terlebih, Israel sendiri tidak menghiraukan kecaman dunia dan seakan sudah bertekad menjadikan Rafah sebagai zona kematian.
3. Akses Bantuan Semakin Sulit
Jika Rafah jatuh, bantuan kemanusiaan untuk Palestina akan semakin sulit lagi. Sebagaimana diketahui, Rafah tidak hanya jadi benteng terakhir pengungsi Palestina, namun juga akses satu-satunya bantuan ketika Israel menerapkan blokade di sepanjang perbatasan Jalur Gaza.
Lihat Juga :