alexametrics

Senat AS Tolak Deklarasi Darurat Nasional Trump

loading...
Senat AS Tolak Deklarasi Darurat Nasional Trump
Senat AS loloskan resolusi untuk mengakhiri deklarasi darurat nasional Presiden Donald Trump. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Senat Amerika Serikat (AS) akhirnya meloloskan resolusi untuk mengakhiri deklarasi darurat nasional Presiden Donald Trump di perbatasan selatan negara itu. Trump mendeklarasikan keadaan darurat nasional pada 15 Februari lalu guna mewujudkan keinginannya untuk membangun tembok perbatasan.

Lewat voting, resolusi itu berhasil lolos dengan mendapatkan dukungan 59-41, ditandai dengan pembelotan 12 anggota Partai Republik. Ini adalah tamparan kedua terhadap Trump setelah sebelumnya Senat juga menyetujui resolusi untuk mengakhiri dukungan AS untuk koalisi Arab Saudi dalam perang di Yaman.

Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell, mendesak rekan-rekannya dari Partai Republik untuk mengalahkan resolusi itu, yang disahkan Februari lalu oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikontrol Partai Demokrat.



Baca juga: DPR AS Tolak Deklarasi Darurat Nasional Trump

Meski begitu, senator Partai Republik yang membelot mempunyai pertimbangan lain. Mereka khawatir presiden dapat merebut kekuasaan Kongres untuk mendanai pemerintah dan menggunakan taktik yang sama untuk meloloskan program mereka sendiri.

Namun McConnell mengatakan Trump bertindak sesuai dengan hukum yang ada dan jika mereka tidak menyukai kekuasaan yang diberikan kepada Presiden di bawah Undang-undang Keadaan Darurat Nasional, maka mereka harus mengubahnya.

Langkah itu tidak mungkin menjadi hukum karena dua pertiga suara dari Kongres diperlukan untuk mengesampingkan veto presiden yang mana Trump bersumpah akan menggunakannya. Perselisihan ini pada akhirnya akan bermuara ke pengadilan.

Meski ancaman veto membayangi, para senator dan pakar hukum mengatakan Kongres mengirim pesan yang didapat dikutip oleh para hakim di beberapa tuntutan hukum yang diajukan menantang pernyataan darurat Trump.

"Ini pernyataan hukum yang penting," kata Senator Angus King, salah satu dari dua senat independen.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak